Ratusan sopir bentor demo Gubernur DIY tuntut izin operasi di Malioboro
Merdeka.com - Ratusan pengemudi becak motor (bentor) yang tergabung dalam Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur DIY, Selasa (25/9). Dalam aksinya, pengemudi bentor menuntut agar mereka diizinkan menarik penumpang dan mangkal di sepanjang Jalan Malioboro.
Ketua PBMY, Parmin mengatakan pihaknya meminta agar Pemda DIY memberikan legalitas dan membolehkan bentor beroperasi di Jalan Malioboro. Parmin beralasan selama ini para pengemudi bentor diberikan akses yang terbatas dalam beroperasi di Jalan Malioboro.
Parmin menyebut pasca pembangunan pedestrian di Jalan Malioboro para pengemudi bentor mengaku kesulitan untuk mendapatkan tempat beroperasi dan mangkal. Meskipun demikian, Parmin mengaku tak menolak adanya pembangunan pedestrian di Malioboro.
"Tuntutan kami agar kami tetap dapat mangkal dan lewat di Malioboro. Sekarang itu di Malioboro becak dan andong dibatasi. Ruang kami mencari makan menjadi hilang," keluh Parmin.
Tak hanya mendapatkan pembatasan, kata Parmin, para pengemudi bentor juga kerap dirazia oleh petugas. Razia ini dilakukan dengan dalih penertiban kawasan Malioboro.
"Kami sering dirazia. Katanya di Malioboro kawasan tertib lalu lintas. Kami sudah tertib lalu lintas tapi masih saja dirazia. Kalau salah monggo dirazia kami enggak masalah," ungkap Parmin.
Parmin menyebut ada 1.500 orang anggota PBMY yang terdampak dengan kebijakan yang membatasi bentor beroperasi di Jalan Malioboro. Untuk itu, sambung Parmin, pihaknya meminta pada Pemda DIY mengeluarkan legalitas agar para pengemudi bentor dilindungi dan boleh beroperasi di Jalan Malioboro.
"Kami sama-sama punya hak untuk hidup cari makan di Malioboro. Kami menuntut agar dibolehkan mangkal dan beroperasi di Malioboro," tutup Parmin.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya