Ratusan sapi tidak layak kurban ditemukan di Makassar
Merdeka.com - Ratusan ekor sapi di Makassar ditemukan tidak layak dijadikan hewan kurban karena secara syariat tidak memenuhi syarat. Beberapa ditemukan mengidap sakit seperti mata alami katarak atau mata rusak, kaki pincang, dan usianya masih muda.
Mestinya, sapi kurban berusia minimal dua tahun. Kepada Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar, Rahman Bando, saat dikonfirmasi, Senin (21/9), membenarkan temuan itu. Namun dia tidak berkenan memberikan keterangan lebih jauh.
"Soal jumlah hewan kurban, khususnya sapi yang tidak layak kurban, saya masih menunggu laporan dari petugas di bawah," kata Rahman Bando.
Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Panakkukang, drh. Muhammad Ridwan, saat dikonfirmasi mengatakan, bersama lima orang dalam satu tim baru saja memeriksa kesehatan 260 populasi di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala. 20 ekor sapi di antaranya tidak layak dijadikan hewan kurban karena matanya rusak, pincang, dan usia belia.
Sejak awal pemeriksaan kesehatan hewan pada 17 September lalu hingga hari ini, kata drh. Muhammad Ridwan, sudah ada 1.400 populasi sapi di wilayah Kecamatan Manggala dan Kecamatan Panakkukang yang diperiksa kesehatannya. Sapi-sapi diperiksa itu sementara dipasarkan di pinggir-pinggir jalan dan di lapangan terbuka.
"Dari 1.400 populasi sapi, 150 ekor di antaranya tidak layak kurban. Olehnya kita tidak berikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," kata Muhammad Ridwan.
Ditambah Ridwan, mereka tidak bisa mengeksekusi atau memberi sanksi atau larangan kepada pedagang menjual sapi tidak layak kurban itu. Menurut dia, mereka hanya bisa menyampaikan ke pedagang itu hewan kurban itu berkaitan dengan ibadah, sehingga pedagang harus menyadari dan memahaminya.
"Yah tidak tertutup kemungkinan sudah ada sapi tidak layak kurban yang sudah terjual, sehingga hal kedua yang bisa dilakukan adalah mengimbau masyarakat untuk tidak membeli sapi yang tidak memiliki SKKH," ucap Ridwan.
Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Makassar menyebar enam tim pemeriksa kesehatan hewan. Masing-masing tim terdiri dari enam orang dibantu mahasiswa. Adapun sapi yang masuk di Makassar sudah mencapai 4.000-an. Asalnya ada dari Kabupaten Gowa, Maros, Bone, Pangkep, Sinjai, Flores (NTT).
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya