Ratusan polisi demo Kapolres Sorong Selatan karena sunat anggaran
Merdeka.com - Ratusan anggota polisi Polres Sorong Selatan di Papua Barat berdemonstrasi, Rabu (19/8) siang kemarin. Hal ini dilakukan karena mereka tidak puas dengan kepemimpinan Kapolres Sorong Selatan AKBP Alexander Louw.
Mereka berunjuk rasa dengan membakar bas bekas dan kayu di pintu gerbang Mapolres Sorong Selatan di Jalan Brawijaya Nomor 1 Teminabuan, Papua Barat. Para anggota polisi ini demo karena Kapolres Sorong Selatan belum memberikan dana pengamanan pemilu kepada para anggotanya.
Dari informasi yang dihimpun merdeka.com, Kamis (20/8) ratusan anggota Polres Sorong Selatan ini juga mengeluh karena sejak wilayah itu dipimpin AKBP Alexander Louw, kondisi di sana semakin kacau. Mobil-mobil operasional dibiarkan mogok karena tidak ada dana operasional dan perbaikan. Para anggota pun sering kali menyewa jasa ojek untuk berpatroli.
Unjuk rasa baru mereda setelah Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumoa turun tangan. Namun akibat unjuk rasa ini, pelayanan di Mapolres Sorong Selatan terganggu.
Kapolda pun berjanji akan mengusut kasus tersebut. Menurut Royke, AKBP Alexander Louw memang sering membuat masalah salah satunya memangkas anggaran untuk anaknya. Kasus ini pun sedang diusut dan Kapolres Alexander Louw untuk sementara ini sudah dinonjobkan.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya