Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan pelajar menari kolosal sambut HUT Kabupaten Kediri ke-1211

Ratusan pelajar menari kolosal sambut HUT Kabupaten Kediri ke-1211 Tarian pelajar sambut HUT Kediri. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Merdeka.com - Hari jadi Kabupaten Kediri ke-1211 dengan tema 'Saiyeg Mbangun Kediri Makmur' dibanjiri seni tarian kolosal yang menjadi ciri khas Kabupaten Kediri, Rabu (18/3). Acara tersebut digelar di area Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.

Monumen Simpang Lima Gumul sendiri bangunanya hampir mirip dengan monumen Arc de Triomphe di Paris, Prancis menyedot ribuan pengunjung.

Sajian pertama ditampilkan dalam perayaan ini adalah tarian tari giring caplokan yang dilakukan secara masa dengan meiatkan 500 penari se-Kabupaten Kediri. Tarian yang berkarakter dan bernuansa sesuai dengan jiwa anak-anak, tari giring caplokan menggunakan property barongan) cukup menyita perhatian.

Tari Giring Caplokan mengandung maksud mengantar atau mengarahkan anak agar sejak dini agar mengenal, mencintai serta melestarikan kesenian tradisional yang menjadi kekayaan daerah.

Selain tarian masal dalam acara ini juga diisi drama tari Bagawanta Bhari. Drama Tari Bagawanta Bhari, adalah gambaran masyarakat di sekitar Sungai Harinjing yang membidangi pertanian. Ketika menjelang panen datanglah banjir yang melanda daerah itu. Sang Bagawanta Bhari mengajak masyarakat bergotong royong kerja bakti membuat tanggul dan bendugan di Sungai Harinjing.

Hingga akhirnya terciptalah daerah yang ayem tentrem gemah ripah loh jinawi. Atas hal ini sang Bagawanta Bhari sebagai pemimpin daerah di sekitar Sungai Harinjing mendapatkan hadiah sebagai bumi perdikan yang bebas pajak. Hal ini tersirat dalam prasasti Harinjing 25 Maret 726 dan ditetapkan sebagai bumi Kadiri.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP