Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan pekerja Rumah Sakit Islam Purwokerto mogok ganggu pelayanan

Ratusan pekerja Rumah Sakit Islam Purwokerto mogok ganggu pelayanan Ratusan pegawai RSI Purwokerto mogok kerja. ©2016 Merdeka.com/Chandra Iswinarno

Merdeka.com - Konflik antara manajemen Rumah Sakit Islam Purwokerto (RSIP) dengan Serikat Pekerja (SP) RSIP, menyebabkan aktivitas rumah sakit lumpuh. Sekitar 200-an pekerja tergabung dalam SP RSIP menggelar aksi mogok, Kamis (16/6).

Dalam aksi tersebut, beberapa poster bertuliskan, 'Sikat…!! Kedzoliman dalam RSIP', 'Kami karyawan RSIP bukan karyawan UMP', serta beberapa poster lain dibawa karyawan. Selain itu, beberapa mobil ambulans terparkir berjajar turut ditempeli poster tuntutan.

Ketua SP RSIP, Agus Riyanto mengatakan, aksi ini kali pertama dipicu adanya klaim salah satu organisasi terhadap RSIP. Persoalan itu berlanjut dengan penggantian beberapa jajaran manajemen secara sepihak.

"Penggantian delapan orang dalam jajaran manajemen dilakukan tanpa melalui prosedur yang berlaku. Kami sendiri tidak pernah diajak berunding oleh pihak manajemen," kata Agus.

Penggantian jajaran manajemen, lanjut Agus, dilakukan dengan memasukkan orang-orang dari luar RSIP. Dia mencatat, beberapa orang baru yang masuk dalam jajaran manajemen berasal dari pengurus organisasi tertentu.

"Kami hanya meminta agar orang yang masuk dalam jajaran manajemen itu independen, dan dilakukan sesuai dengan prosedur tata ketenagakerjaan yang ada," ucap Agus.

Agus mengemukakan, klaim kepemilikan RSIP oleh salah satu organisasi berdampak hingga jajaran karyawan. Diakuinya, beberapa kali mereka mencoba berdialog, tetapi hasilnya tidak memuaskan.

"Bahkan, beberapa waktu lalu juga kami mengadukan persoalan ini dan kemudian di mediasi oleh Bupati Banyumas. Tetapi, tetap saja tidak berhasil. Karena itu, kami melakukan mogok," ujar Agus.

Dampak aksi mogok ini menyebabkan pelayanan di RSIP berhenti. Namun, lanjut Agus, untuk pelayanan gawat darurat tetap berjalan.

"Semua pelayanan, kecuali cuci darah dan UGD, tidak berjalan," lanjut Agus.

Sementara itu, salah satu dari delapan orang manajemen diganti, Yasminah mengatakan, proses penggantian yang terjadi padanya tidak sesuai aturan berlaku.

"Surat pergantian itu dikirim ke kami pada hari Minggu beberapa waktu lalu. Bahkan, pemberitahuan sebelumnya akan terjadi pergantian manajemen malah tidak kami dengar," kata Yasminah.

Agus menyatakan aksi mogok ini akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan, sampai tuntutan karyawan terpenuhi.

"Kami minta agar RSIP dikembalikan ke yayasan asal yang independen. Kami juga meminta agar Pembina YARSI dan direktur dengan orang yang independen. Selain itu, kami minta agar aturan tata kelola kepegawaian di RSIP ditegakkan, dan mengembalikan posisi delapan pejabat yang diberhentikan," tutup Agus. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP