Ratusan orang teken petisi 'Hentikan Penayangan Yuk Keep Smile'

Reporter : Iqbal Fadil | Selasa, 31 Desember 2013 07:56




Ratusan orang teken petisi 'Hentikan Penayangan Yuk Keep Smile'
Petisi hentikan acara Yuk Keep Smile. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Program Yuk Keep Smile yang tayang setiap malam di TransTV belakangan terus mendapat kritik karena isinya yang tidak mendidik. Apalagi belakangan goyangan oplosan menampilkan gerakan vulgar yang dinilai bisa merusak moral.

Di situs change.org, kini muncul petisi 'TransTV: Segera Hentikan Penayangan YKS'. Ketika diakses pada Selasa (31/12), sudah 202 orang yang mendukung petisi itu.

Dalam isi petisinya, Rifqi Alfian sang pembuat menyatakan keresahannya karena melihat tayangan di layar kaca penuh dengan tayangan tidak mendidik. Tayangan-tayangan di televisi pun bukannya semakin baik malah justru semakin rusak dengan tayangan-tayangan terbarunya.

"Mungkin awalnya kita kesal dengan sinetron-sinetron yang tidak mendidik, lalu muncul acara baru yang lebih merusak seperti acara musik pagi di beberapa stasiun TV yang membodohkan dengan host-host yang mengeluarkan kata-kata kasar, vulgar, bahkan sumpah serapah."

"Puncaknya (tak terbayang kalau ini bukan puncaknya) adalah acara komedi yang sangat tidak berkualitas dengan kata-kata kasar, menyiksa orang (entah itu menjawab kuis dengan kaki dimasukkan air es atau menabur tepung ke mulut lawan), sampai dengan goyangan tidak jelas yang dilaksanakan full 1 jam dan tidak berubah selama beberapa bulan terakhir, apalagi goyangannya memakai latar musik yang liriknya vulgar. Bukannya dihentikan, stasiun televisi lain malah membuat acara yang sama persis. Tidak hanya itu, acara-acara tersebut ditayangkan di waktu primetime dan tentu saja ini sangat mengganggu dan tidak baik untuk anak-anak yang masih terjaga pada jam tersebut."

Rifqi memohon dukungan dari semua pihak agar TransTV menghentikan acara Yuk Keep Smile. Menurutnya ini adalah langkah awal untuk bersama-sama memperbaiki tayangan televisi Indonesia. Tidak hanya berhenti dengan petisi ini, ini hanya awal di mana kita semua akan mendukung dihentikannya satu acara televisi perusak moral ini.

"Anda dimohon untuk turut serta menghentikan YKS TransTV dengan menyampaikan keluhan di kpi.go.id/index.php/pengaduan. Bahkan tidak hanya YKS, di sana Anda diharapkan untuk menyampaikan keluhan Anda terhadap acara-acara yang tidak mendidik lain. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya untuk #hentikanYKS."

"Acaranya tidak mendidik, lawakan tidak ada lucu sama sekali. Goyangan yg menurut saya mengenaskan!" tulis Agus Blenat yang mendukung petisi ini.

Baca juga:
5 Orang ini kritik goyang oplosan Yuk Keep Smile
Situs KPI dibanjiri kritik soal acara YKS
Dianggap vulgar, Trans TV akan koreksi goyang oplosan YKS
PKS: Goyang Oplosan bahaya bagi anak-anak
DPR: Tema goyang oplosan di YKS Trans TV mengarah ke pornografi

[bal]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Gullit: United runtuh di tangan Van Gaal
  • Soal pernikahannya dengan Gracia Indri, ini jawaban David NOAH
  • Punya rumah mewah baru, Raffi Ahmad bakal siraman di sana?
  • Ini kandidat Menkopolhukam dan Menteri Pertahanan Jokowi
  • Meringkuk di penjara, Edies Adelia rajin salat sunnah
  • Kisah Satpol PP Bekasi paksa oral seks ABG
  • Pura-pura mengemis, aktor ini buktikan orang kaya lebih pelit
  • Istri AKBP Idha terancam pasal pencucian uang
  • Film ini sukses bikin kepala Arifin Putra 'pecah'
  • Kisah bule bugil di Bali yang gegerkan dunia maya
  • SHOW MORE