Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan napi Lapas Mojokerto lomba Tilawatil Quran berhadiah sarung

Ratusan napi Lapas Mojokerto lomba Tilawatil Quran berhadiah sarung Napi Lapas Mojokerto gelar lomba Tilawatil Quran. ©2017 merdeka.com/budi

Merdeka.com - Sebanyak 150 narapidana (warga binaan) di Lapas kelas IIB Mojokerto, Jawa Timur, menggelar lomba Tilawatil Quran, Selasa (13/6) pagi. Lomba ini digelar pihak Lapas, untuk meningkatkan keimanan para warga binaan saat bulan suci Ramadan. Diharapkan dengan kegiatan keagamaan ini, warga binaan yang sedang menjalani hukuman, bisa menjadi sosok yang lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Mohammad Hanafi mengatakan, lomba Tilawatil Quran ini, sengaja dilaksanakan pada pertengahan bulan Ramadan sekaligus memperingati Nuzulul Quran yang jatuh pada pertengahan bulan suci Ramadan.

"Kegiatan keagamaan dilaksanakan secara rutin, tapi kali ini dilaksanakan berbeda dengan loma Tilawatil Quran. Masing-masing warga binaan yang menjadi perserta, dipilih dan yang mau mengikuti lomba ini," kata Mohammad Hanafi, Selasa (13/6).

Menurutnya, ada 150 warga binaan yang mengikuti lomba ini. Mereka diseleksi hingga tersisa 20 perserta yang lolos. Kemudian diseleksi lagi untuk memilih 3 peserta terbaik sesuai dengan kriteria para juri.

"Awalnya ada sekitar 150 warga binaan yang mengikuti seleksi Tilawatil Quran, sekarang tinggal 20 peserta yang mengikuti seleksi untuk diambil juara satu, dua dan juara tiga. Para pesertakita beri hadiah sarung, khusus juara satu, dua, dan tiga, kita berikan hariah tambahan khusus," jelas Mohammad Hanafi.

Bambang (50), salah satu warga binaan yang menjalani hukuman 4 tahun, mengaku termotivasi ikut lomba Tilawatil Quran karena ingin banyak belajar lebih fasih membaca Alquran.

"Kami merasa lebih baik dan lebih tenang beribadah disbanding saat melaksanakan ibadah saat bulan Ramadan di luar," kata Bambang.

Juri dalam lomba Tilawatil Quran ini dari kalangan warga binaan sendiri. Mereka yang menjadi juri adalah warga binaan yang dulunya lulusan pondok pesantren.

"Juri jurinya dari napi, terutama yang lulusan pondok pesantren. Penilaianya berdasarkan tamaqrod, tajwid, dan adam, dan keindahan lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan para peserta. Selain para peserta lomba Tilawatil Quran, panitia lomba juga menyediakan sekitar 200 sarung, untuk dibagikan pada para warga binaan yang membutuhkan," ujar Marfuk Fuaidi, salah satu juri.

Melalui kegiatan ini pihak Lapas berharap semua warga binaan bisa menjalahi masa hukuman dengan baik sesuai aturan. Sekaligus mengantisipasi kerusuhan dan kerawanan napi kabur.

"Dengan banyak kegiatan keagamaan, harapan kita para warga binaan bisa menjalani masa hukuman dengan baik, sekaligus mengantisipasi kerusuhan antar napi dan kerawanan napi kabur," pungkas Mohammad Hanafi.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP