Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan massa di Bali blokir jalan tuntut taksi online ditutup

Ratusan massa di Bali blokir jalan tuntut taksi online ditutup Demo taksi di Bali. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Sopir Transport Bali (Alstar) B yang berunjuk rasa agar aplikasi taksi online diblokir dan dilarang beroperasi di Bali.

Aksi yang dilakukan sejak pagi hari hingga menjelang sore tadi, Selasa (10/1) membuat kemacetan nyaris terjadi di sepanjang jalan wilayah Denpasar.

Massa mengingatkan Pemprov Bali untuk mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Jelas diambil kesepakatan kita waktu itu di depan Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto pada tanggal 1 Oktober 2016 sampai April 2017 itu perpanjangan masa sosialisasi Permenhub 32 tahun 2016 soal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, kita sepakat cooling down sampai April," kata Kepala Dinas Perhubungan I Gusti Agung Sudarsana, saat menemui para pendemo di depan Kantor Gubernur Provinsi Bali, Renon, Selasa (10/1).

Pihaknya tetap berkomitmen untuk menjalankan kepercayaan Gubernur Bali Made Mangku Pastika bahwa sosialisasi Permen 32 tahun 2016 akan dilakukan hingga bulan April 2017 mendatang.

"Sampai April itu perintah dari Menteri Perhubungan untuk sosialisasi, karena itu mari kita bersama-sama sepakati, ajaknya seraya menambahkan bahwa saat pertemuan tersebut koordinator taksi konvensional juga mengatakan siap," tandasnya.

Pihaknya juga menegaskan tidak memandang dia itu taksi online atau konvensional. Semua taksi jika tidak berijin akan ditindak.

Menyambut ajakan Kepala Dinas Perhubungan, para sopir taksi konvensional pun berteriak-teriak dan menyuarakan kekecewaannya.

Koordinator Aksi Ketut Wirta alias Jegog dalam orasinya mengatakan, pihaknya akan terus melakukan aksi demo hingga aplikasi taksi online diblokir di Bali.

"Kalau di Jogja dan daerah lain mengapa Bali tidak. Kami akan terus menyuarakan aspirasi kami. Pemerintah di Bali betul-betul tidak memihak pada rakyat. Aplikasi harus ditutup di Bali," tantang Wirta.

Lanjutnya, kata dia daerah pariwisata tidak memerlukan taksi online. Karena dinilai tidak cocok. "Kami tidak mau tau dalam waktu dekat harus diblokir. Kalau itu urusan pusat daerah jangan jadi patung," tandasnya.

Usai berorasi ribuan sopir taksi konvensional pun membubarkan diri dan bergerak menuju di kawasan pariwisata Kuta, mereka mengancam akan memblokir bandara dan tetap melakukan aksi demo di kawasan tersebut.

Menurut para sopir taksi konvensional hal itu dilakukan agar para tamu asing melihat aspirasi mereka. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP