Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratna Rahayu, lurah cantik Garut yang demen selfie

Ratna Rahayu, lurah cantik Garut yang demen selfie Ratna Rahayu Pitriaty. ©2014 Merdeka.com/andrian salam

Merdeka.com - Lurah cantik asal Garut, Jawa Barat, Ratna Rahayu Pitriaty mengaku tak ingin ketinggalan demam selfie. Wanita yang memiliki hobi tidur ini terus mengikuti hal-hal yang sedang tren. Tren selfie pun, dia lakukan agar tetap up to date.

"Zaman sekarang modernitas, sehingga kita harus ikuti arus dan jadi harus up to date. Yang penting positif," ujarnya.

Guna menghilangkan perasaan lesu, tak jarang pula hasil selfie dirinya terpampang di akun media sosial miliknya. Tak sedikit pula yang kerap berkomentar dirinya memiliki paras wajah yang cantik. Namun, pujian tersebut justru tak terlalu ia tanggapi.

"Kalau ada embel-embel cantik dan menarik hanyalah penilaian orang kepada saya, bukan saya yang mendeklarasikan diri saya cantik," akunya.

Ia tak terlalu menanggapi, lantaran menurutnya setiap wanita memiliki potensi tampil cantik. "Itu penilaian orang saja,". Walaupun muncul pro dan kontra tentang paras wajahnya, ia hanya menanggapinya dengan bijak.

Menurutnya, sapaan cantik untuk dirinya itu bermula dari pemberitaan media. Akibatnya pemberitaan media, dia terus meladeni orang-orang yang ingin selfie bersamanya.

"Bagi saya itu positif karena dikenal, ketika saya dikenal artinya saya bisa memanjangkan silaturahmi dengan warga," katanya.

Di samping itu, profesinya sebagai lurah justru memberikan banyak hal suka dalam hidupnya. Ia kerap bahagia saat memberikan pemahaman terkait program pemerintah kepada masyarakat. Selain itu, ia yang pernah bercita-cita menjadi karyawan bank ini beruntung dapat bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan.

Hanya saja, quality time bersama keluarganya berkurang lantaran disibukkan dengan berbagai hal semenjak menjadi lurah. Pada awalnya, anggota keluarga kerap protes, namun ia tak pantang untuk memberikan pengertian.

"Saya gak kenal Sabtu dan Minggu. Karena jika ada yang harus diselesaikan hari itu ya harus turun langsung," ujarnya.

Walaupun disibukkan dalam hal melayani masyarakat, dirinya tetap bercengkrama bersama keluarga. Sebab, dirinya memiliki peran sebagai istri dan ibu yang juga harus melayani suami dan anaknya.

Peran keluarganya juga turut ambil bagian dalam profesinya ini. Motivasi untuk melayani 26 ribu jiwa berasal dari suami dan anaknya agar tampil maksimal saat beraktivitas di kantor. Di kala dirinya lelah menjalani tugas, keluarga adalah obatnya.

"Kita capek-capek cari uang, selain mengharapkan ridho Allah ya untuk berikan keluarga juga. Mereka sumber energi saya," tambahnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP