Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rapid Tes Sejumlah Napi Reaktif, Dirjen PAS Tunggu Hasil Swab Terkait Covid-19

Rapid Tes Sejumlah Napi Reaktif, Dirjen PAS Tunggu Hasil Swab Terkait Covid-19 Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Reynhard Silitonga, memerintahkan jajarannya dan warga binaan melakukan pemeriksaan tes Covid-19. Warga binaan yang hasil tes menunjukkan tanda reaktif virus akan dikarantina di lapas.

"Warga binaan dengan hasil reaktif terhadap rapid test akan dikarantina di dalam rutan/lapas yang telah disiapkan di setiap wilayah dan dilanjutkan dengan swab dan tes polymerase chain reaction (PCR)," katanya saat menggelar rapat pimpinan di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Selasa (12/5).

Saat ini, yang sudah melakukan adalah Rutan Pondok Bambu dan Lapas Gorontalo. Namun hasilnya, kata dia, belum diketahui.

"Kami masih menunggu laporan dari kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta dan Gorontalo mengenai hasil swab warga binaan yang reaktif saat rapid test, baik di Rutan Pondok Bambu maupun Lapas Gorontalo. Rapid test hanya digunakan untuk screening awal karena bagaimana pun lapas dan rutan menjadi salah satu tempat yang rawan penyakit menular," sambung Reynhard.

Ia menjelaskan, rapid tes telah dilakukan di Rutan Pondok Bambu selama 3 hari sejak 9 hingga 11 Mei 2020 bagi 115 orang petugas, 2 orang petugas kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, 309 warga binaan, 2 bayi, 9 orang pegawai kejaksaan dan 12 orang pihak eksternal. Dari pemeriksaan, hasilnya, terdapat 2 orang petugas dan 24 orang warga binaan yang hasil rapid test-nya reaktif.

"12 warga binaan lainnya yang hasilnya reaktif saat rapid test, diisolasi mandiri di kamar karantina Rutan Pondok Bambu, sambil menunggu hasil swab yang rencananya akan dilakukan pada 12 Mei 2020 oleh Puskesmas Duren Sawit Sudinkes Jaktim," kata Reynhard.

Sedangkan di Lapas Kelas IIA Gorontalo rapid test sudah dilakukan kepada 489 warga binaan yang bekerja sama dengan dinas kesehatan Kota Gorontalo dan pengamanan oleh Polresta Gorontalo dan Kodim 1304 Gorontalo, Senin (11/5).

"Dari pemeriksaan tersebut sebanyak 3 orang petugas dan 25 orang warga binaan hasilnya reaktif atau terduga positif dan dikarantina di Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, yang ditunjuk sebagai Lapas untuk isolasi di wilayah Gorontalo. Dan untuk sementara 33 orang warga binaan LPP Gorontalo dipindahkan ke LPKA Kelas II Gorontalo. Saat ini warga binaan yang reaktif rapid test telah kami pindahkan ruang isolasi yang sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari. Pengawasan kami lakukan secara maksimal, termasuk dengan memberikan asupan makanan bergizi tinggi dan tambahan multivitamin agar daya tahan tubuh tetap baik," beber Reynhard.

Dia menekankan penyebaran Covid-19 harus disikapi serius baik oleh penghuni Lapas, Rutan dan LPKA. Oleh karena itu, dia berharap protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 diterapkan dengan baik.

"Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) terus bekerja keras dalam mengkoordinir pencegahan, penanganan, pengendalian dan penanggulangan COVID-19 di UPT Pemasyarakatan, khususnya Lapas, Rutan dan LPKA. Bekerjasama dengan BNPB dan Gugus Tugas Penanganan Covid- 19," jelas dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP