Rapat dengan KPK ditunda, Komisi 3 penasaran soal komisioner ke-6
Merdeka.com - Rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijadwalkan digelar hari ini, Rabu (6/9) ditunda Kamis (7/9) pukul 10.00 WIB. Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menuturkan, rapat terpaksa ditunda karena sebagian pimpinan KPK sedang bertugas di luar Jakarta.
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini menuturkan, jika seluruh pimpinan KPK tidak bisa hadir besok, maka Komisi III akan mengundang kembali KPK pada awal pekan depan.
"Jadi kalau hari ini tidak hadir besok kita undang lagi jam 10 pagi. Rapat hari ini kita buka, sesuai ketentuan UU MD3 rapat kita skors sampai besok jam 10, 24 jam kita tunggu. KPK tidak hadir kita layangkan undangan hari Senin," kata Bamsoet di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/9).
Komisi III dan KPK sebenarnya akan membahas sejumlah agenda, diantaranya soal anggaran untuk tahun 2018. Menurutnya, pembahasan anggaran lembaga KPK tidak bisa diwakilkan oleh pihak lain kecuali pimpinan KPK.
"Banyak hal mesti kita bahas pertama anggaran karena sudah masuk pembahasan anggaran 2018 dan K/L sudah masuk dalam pembahasan tahap dua. Sehingga minggu depan diharapkan bisa dibahas di tingkat Banggar," ujarnya.
Selain membahas anggaran, rencananya Komisi III juga akan menanyakan soal isu-isu terkini terkait kelembagaan dan kinerja KPK. Termasuk temuan Pansus angket KPK terkait indikasi penyimpangan kinerja KPK.
Bamsoet mencontohkan, KPK harus menjelaskan soal kesaksian Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman soal adanya friksi-friksi dan konflik di internal lembaga antirasuah itu. Termasuk tudingan adanya penyidik yang memiliki wewenang sama seperti lima komisioner atau pimpinan KPK.
"Kemudian juga keterangan dari pansus maupun di publik terkait Aris Budiman terhadap adanya klik-klik, terkait adanya komisioner ke 6, ketua bayangan. Nah ini kita akan konfirmasi ke pimpinan KPK," terang Bamsoet.
"Dan tidak menutup kemungkinan juga kita meminta pimpinan KPK menghadirkan pihak yang dituding Aris Budiman," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya