Rapat Bahas Pengamanan Pemilu, Wiranto Minta Aparat Ajak Masyarakat Tak Golput
Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto hari ini memimpin rapat koordinasi kesiapan keamanan pengamanan tahapan kampanye terbuka yang akan dimulai pekan depan. Rapat itu turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Waka BIN Teddy Lhaksmana, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, dan beberapa lembaga dan kementerian yang lain.
Rapat kali ini juga turut serta mengundang jajaran keamanan di seluruh daerah, melalui video conference. Dalam kesempatan itu, Wiranto mengingatkan bagaimana pentingnya keamanan dalam menjaga Pemilu.
"Saudara-saudara yang terutama di daerah, yang nanti bersama-sama kami di Pusat akan melakukan Pemilu secara aman, secara lancar, dan sukses. Aman berarti penyelenggaraannya aman. Kalau enggak aman, berarti enggak lancar. Tidak lancar berarti tidak sukses. Keamanan ini merupakan kondisi yang harus kita hadirkan," ucap Wiranto saat membuka rapat di kantornya, Jakarta, Rabu (20/3).
Dia menuturkan, sejauh ini masih ada yang mencoba mengancam jalannya Pemilu serentak 2019 nanti. "Kalau bicara keamanan Pemilu, saat ini kita tahu bahwa ada yang masih ancaman, gangguan, hambatan, yang akan mengganggu Pemilu yang akan kita laksanakan, ada," ungkap Wiranto.
Karenanya, masih kata dia, dengan Indeks Kerawanan Pemilu, bisa dijadikan acuan untuk mengatasi segala ancaman maupun gangguan yang ada.
"Dengan Indeks Kerawanan Pemilu yang sempat dilakukan oleh Polri maupun oleh Bawaslu, kita tahu kerawanan itu masih ada. Dan kita berusaha menetralisir itu. Dengan Indeks Kerawanan Pemilu itulah, yang kemudian saudara-saudara yang di daerah segera mengetahui, mengenali dan menetralisir apa yang masih dirasakan sebagai ancaman, gangguan, dan hambatan," pungkasnya.
Antisipasi Hoaks
Wiranto meminta seluruh jajaran aparat keamanan untuk waspada akan ancaman hoaks, khususnya dalam masa kampanye terbuka.
"Saat ini cukup marak hoaks, ancaman baru yang dulu tidak ada di Pemilu tahun lalu. Artinya berita palsu, berita buatan, berita bohong yang dilansir ke publik, yang mengganggu publik. Saya rasa itu merupakan teror karena meneror, mengganggu psikologi masyarakat," ucap Wiranto.
Karenanya, masih kata dia, pihak keamanan diminta untuk menghadapi hal ini. "Oleh karena itu harus kita hadapi sebagai teror. Kita harus tindak dengan keras dengan tegas, dengan berpatokan aturan," ungkap Wiranto.
Dia menuturkan, sekarang isu yang beredar adalah Pemilu itu tidak berjalan aman. Bahkan akan ada kerusuhan.
"Ini isu. Bicara fakta, tidak ada eskalasi, indikasi kerawanan keamanan. Tujuannya apa, agar masyarakat ketakutan dan kabur ke luar negeri pada pemilu. Saya tegaskan jangan. pemilu akan berjalan aman," jelasnya.
Dia pun meminta aparat keamanan memastikan berjalan aman. Dan jangan sampai ada yang tidak menggunakan hak suaranya.
"Tugas saudara di daerah itu menjelaskan bahwa Pemilu aman, mengajak masyarakat agar tidak golput, dan dijamin para pemilih ini bisa kita antar ke TPS dengan aman tanpa ada gangguan fisik atau lainnya," kata Wiranto.
Dia pun mengingatkan bahwa Pemilu itu adalah pesta demokrasi. Bukan yang menciptakan konflik.
"Pemilu adalah pesta demokrasi bukan menciptakan konflik," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya PutraSumber: Liputan6.com
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya