Rano Karno sebut 13 proyek pembangunan di Banten terbengkalai
Merdeka.com - Banyak proyek pembangunan di Banten berhenti setelah Gubernur Ratu Atut Chosiyah masuk tahanan. Proyek itu terhenti karena tak kunjung ada pelimpahan kewenangan dari gubernur yang ada di penjara kepada wakil gubernur dalam hal ini Rano Karno.
"Mandek pasti, ada 13 surat pembangunan (yang mandek)," ujar Rano Karno usai acara peringatan HUT PDIP ke-41 di Kantor DPP PDIP Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/1).
Menurut Rano Karno, berdasarkan mekanisme, Ratu Atut kini masih sah sebagai Gubernur Banten. Oleh karena itu semua surat-surat harus ditandatangani oleh Atut.
"Jadi begini mekanismenya beliau (Atut) masih Gubenur, semua surat-surat harus ditandatangani beliau (Atut)," kata Rano
Rano mengaku dirinya hanya dapat menunggu peralihan kewenangan. Mendagri secara tegas mengatakan kepada dirinya untuk menunggu kepastian dari KPK.
"Mendagri sudah tegas cuma kita menunggu izin dari KPK untuk menjadi gubernur, makanya yang kita bisa tunggu," kata Rano
Lebih lanjut, Rano dan Mendagri pekan depan berencana segera membahas terkait surat pelimpahan dirinya yang akan segera menggantikan Atut sebagai gubernur Banten.
"Solusinya bagaimana? Makanya minggu depan, saya akan berkoordinasi ke mendagri untuk mencari solusinya seperti apa," ujar aktor yang populer dalam sinetron 'Si Doel Anak Sekolahan' itu.
(mdk/tts)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya