Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ramai-ramai bikin film tokoh Indonesia

Ramai-ramai bikin film tokoh Indonesia sang pencerah-sang kyai. ©blogspot.com

Merdeka.com - Hampir setiap akhir pekan, bioskop-bioskop yang ada di Jakarta atau kota besar lainnya, tidak pernah sepi dari pengunjung. Tidak hanya anak muda, beberapa orang dewasa pun tampak berbaur di dalamnya.

Gambaran itu tentu tidak aneh lagi saat ini. Sebab, film menjadi salah satu sarana hiburan yang kini jadi primadona. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari membanjirnya film-film asing yang masuk ke dalam negeri.

Tapi, tidak hanya film asing yang membawa pengunjung datang ke bioskop. Film-film lokal karya anak bangsa juga menjadi magnet yang cukup kuat untuk membuat gedung bioskop selalu ramai.

Dunia perfilman tanah air memang sedang menggeliat. Para sineas tengah bergairah untuk menghasilkan karya-karya yang bermutu, berkualitas, dan sesuai keinginan pasar. Jadi jangan heran jika film yang diproduksi pun beragam. Mulai dari film anak-anak, komedi, percintaan remaja, horor, hingga film yang mengangkat tokoh nasional.

Tidak bisa terbantahkan, film percintaan remaja menjadi primadona saat ini. Begitu juga dengan film horor. Dua jenis film ini seolah membius masyarakat untuk meluangkan waktu menontonnya.

Terlepas dari itu, fenomena yang menarik untuk diperhatikan saat ini adalah tren film yang mengangkat mengenai tokoh. Di dunia perfilman, film jenis ini lebih dikenal dengan film biopik atau film biografi.

Meskipun jumlahnya tidak sebanyak film remaja atau film horor, tapi film biopik punya keunggulan khusus yang akhirnya berhasil mencuri perhatian penikmat film. Ada sederet judul film biopik yang digarap oleh sineas Indonesia. Mulai dari Tjut Nja Dhien yang muncul pada 1988, ada pula film bertajuk Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi pada 1982.

Di era modern muncul film Sang Pencerah besutan Hanung Bramantyo, Riri Reza yang menghadirkan Gie, Soegija karya Garin Nugroho, atau Sang Kiai, yang muncul akhir-akhir ini dan digarap secara lebih canggih. Terlebih, masih ada sederet judul film biopik yang tengah dipersiapkan oleh para sineas muda dan siap menyapa penikmat film tanah air.

Film biopik adalah film yang bercerita dan mengangkat kisah kehidupan seorang tokoh. Tentunya berangkat dari kisah nyata. Tidak jarang film biopik disebut sebagai film sejarah karena banyak tokoh yang diangkat di layar lebar adalah tokoh sejarah. Hal itu sangat terasa di film biopik made in Indonesia.

Jika melihat film biopik garapan Hollywood, tidak hanya tokoh sejarah yang diangkat ke layar lebar. Bisa tokoh teknologi seperti dalam film JOBS yang mengangkat pendiri Apple Steve Jobs. Atau tokoh ekonomi Jhon Nash yang menderita gangguan mental tapi berhasil meraih nobel di bidang ekonomi yang tersaji dalam film Beautiful Mind. Ada pula film bertajuk ALI yang mengangkat kisah perjalanan Muhhamad Ali sebagai petinju.

Sementara untuk tokoh sejarah, ada film Gandhi yang mengisahkan perjuangan pengacara Inggris keturunan India yang menyerukan protes tanpa kekerasan. Ada pula film King's Speech yang mengangkat kisah King George VI, ayah dari Ratu Elizabeth II, atau Motorcycle Diaries dan CHE yang mengangkat perjalanan dan kisah perjuangan tokoh revolusioner Kuba, Ernesto Guevara.

Sineas muda Robby Ertanto mengakui, saat ini bisa disebut musimnya film biopik. Ada faktor 'latah' yang menjadi latar belakang ramainya para sineas membuat film biopik.

"Ya bisa dibilang musiman. Kalau ada satu yang bikin dan meraup untung besar, yang lainnya menyusul bikin juga. Itu sah saja," ujar Robby saat berbincang dengan merdeka.com, semalam.

Menurutnya, film biopik lahir dari kekaguman akan sosok tokoh yang dipandang perlu untuk diangkat ke layar lebar untuk dikenang sepanjang masa. Bisa karena jasanya, kisah hidup yang fenomenal hingga karena faktor kontroversinya. Bahkan, film biopik juga digunakan sebagai alat propaganda paling efektif. Ada yang sengaja menghadirkan tokoh dalam sebuah film hanya untuk meluruskan fakta sejarah.

Untuk biopik di Indonesia, kebanyakan masih berkutat pada tokoh sejarah. "Kalau di Indonesia ya tokoh yang populer, punya fans, dan sudah dikenal. Jadi menarik penonton," katanya.

Apakah film biopik di Indonesia laku dan diminati? Meski tidak selaris film-film remaja atau horor, film biopik tetap punya pasar tersendiri di tengah karakteristik penonton Indonesia yang cukup beragam.

Dengan demikian, sesungguhnya sineas tidak terlalu berjudi ketika ingin menyuguhkan film jenis ini. Sutradara film Dilema ini menuturkan, yang terpenting dari film biopik adalah cerita dan pesan yang ingin disampaikan. Di sinilah letak perbedaan antara film biopik Indonesia dan luar negeri. Tokoh yang ditonjolkan dalam film biopik luar negeri adalah tokoh yang menarik tentang hidupnya. Sementara di Indonesia masih tokoh yang populer. Dia tidak segan mengkritisi film biopik Indonesia.

"Kalau di Indonesia tokoh yang ditampilkan seolah tidak ada buruknya, tidak menampilkan kekurangan. Beda dengan biopik luar negeri yang fair menggambarkan kekurangan atau sisi buruk sang tokoh," tegas Robby yang mengaku mengagumi film biopik King Speech ini.

Pria yang membesut film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita ini menceritakan, bukan hal mudah membuat film biopik. Keunggulan film genre ini adalah kemampuan menghadirkan dan menvisualisasi masa di saat tokoh tersebut hidup. Mulai dari riset mendalam, kostum, hingga karakter orang-orang di masa tersebut.

"Itulah yang membuat film biopik berkualitas karena tidak semudah membuat film biasa," paparnya.

Robby sendiri mengaku tengah mempersiapkan sebuah film biopik. Namun, dia tidak mengangkat tokoh pejuang di filmnya. Sudah sejak 2011 dia mempersiapkan film ini. Dia memberi bocoran sosok yang akan diangkat ke layar lebar. "Elias Pical," singkatnya.

Seperti sineas lainnya, dalam menggarap film biopik, Robby tidak segan belajar dan mencari refrensi film-film biopik yang sudah ada. Baik film biopik Indonesia maupun film asing.

"Adanya film biopik membuat film di Indonesia punya tema beragam," tutupnya.

Jadi, mari menonton film berkualitas. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP