Ramadan di Tengah Pandemi, Warga Masih Padati Lokasi Penjualan Takjil
Merdeka.com - Ramadan tahun ini sangat berbeda. Jika pada bulan Ramadan sebelumnya, aktivitas berjalan normal tidak berlaku untuk kali ini. Umat muslim harus melalui bulan Ramadan di tengah Pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Ditambah pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk mencegah penyebaran Covid-19. Warga diminta tetap di rumah, tidak berkerumun dan menjaga jarak. Namun, fakta di lapangan berkata lain.
Masih banyak warga yang berkerumun, terutama saat jelang berbuka puasa. Pantauan di wilayah Tebet serta Pancoran, tempat pedagang takjil nampak masih dipadati warga. Protokol kesehatan pun terlupa. Ada yang tidak memakai masker serta menjaga jarak.
Ani, salah satu pembeli mengaku tidak terlalu khawatir. Baginya, kegiatan berburu takjil jelang berbuka puasa sudah menjadi suatu keharusan.
"Kan kita belinya enggak sampai satu jam. Paling 5 menit. Langsung pulang," kata Ani kepada merdeka.com, Sabtu (25/4).
Sementara itu, Dadang, salah satu penjual mengaku terpaksa berjualan. Sebab, pemasukannya dari berjualan mainan anak-anak merosot drastis. Tak lain karena saat ini seluruh sekolah di DKI diliburkan dampak Covid-19.
"Mau gimana lagi. Saya biasanya dagang mainan di sekolah, tapi sekarang kan pada libur. Enggak ada pemasukan dari situ jadi mau enggak mau beralih dagang takjilan begini. Takut tertular sih takut tapi anak istri gimana di rumah," curhatnya.
Walkot Jaksel Minta Warga Membubarkan Diri
Saat dikonfirmasi, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan petugas akan langsung meminta warga membubarkan diri saat mendapati kerumunan warga, terlebih jelang berbuka puasa.
"Akan diminta langsung membubarkan diri. Itu sudah tindak tegas," tegasnya.
Meski demikian, ia tak menyangkal masih banyak warga yang belum sadar akan bahaya Covid-19. Bahkan, jika berada di kerumunan hanya dalam 1 menit, potensi tertular Covid-19 juga besar.
"Hari ini kita lebih kasihan lagi kalau warga tertular (saat berkerumun membeli takjil). Kita harap mereka semua sadar menghadapi situasi ekstra ordinary saat ini," tuturnya.
Polisi Bubarkan Kerumunan Warga Berburu Takjil Secara Persuasif
Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi akan membubarkan kerumunan secara persuasif.
"Kalau memang itu tidak sesuai dengan physical distancing jelas kita akan kasih imbau secara persuasif, kasih edukasi semuanya biar sama-sama physical distancing," kata Yusri.
Pun polisi sudah melibatkan tokoh masyarakat setempat. "Kita sudah sampaikan dan kita akan libatkan tokoh-tokoh masyarakat di situ, sama-sama kasih tahu, mereka pulang saja, persuasif, mereka itu harus sadar diri, kita edukasi ke mereka," tuturnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya