Ramadan di tanah Pasundan diwarnai amuk geng motor
Merdeka.com - Tak peduli dalam suasana Ramadan, dua insiden melibatkan geng motor di tempat berbeda di Jawa Barat terjadi. Entah apa yang merasuk di pikiran mereka saat orang ramai-ramai mengisi Ramadan dengan ibadah.
Insiden pertama pecah di Depok. Sekelompok berandalan bersepeda motor mengamuk di kawasan Grand Depok City, Depok, Jawa Barat, Minggu (19/6) dini hari lalu. Mereka mendadak menyerang sekelompok anggota klub motor sedang duduk-duduk.
Geng motor menyerang menggunakan penutup wajah dan tiba-tiba melakukan perusakan. Mereka membawa senjata tajam.
Akibatnya, beberapa orang terluka dan belasan motor diparkir di sebuah minimarket dirusak. Setelah itu, para pelaku melarikan diri dan membawa helm korban.
Belum diketahui motif geng motor itu melakukan penyerangan. Apalagi mereka melukai korban.
"Dikeroyok dan diinjak-injak karena enggak bisa kabur. Kalau sebagian ada yang lari ke kampung," kata seorang korban, Dedi.
Senjata tajam dibawa pelaku antara lain samurai. Bahkan kabarnya ada yang membawa senjata api. Setelah pelaku pergi, ketiga korban luka langsung mendapatkan pertolongan. Mereka adalah Rizki (19), Yuda (19), dan Ipan.
Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan, langsung turun ke lokasi kejadian. Saat ini masih dilakukan pendalaman atas kasus tersebut. Soal motif, pihaknya mengaku masih terus menggali dari keterangan saksi.
"Yang jelas ada sekelompok orang melakukan penyerangan dan pengerusakan," kata Harry. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya