Rakyat Indonesia balas penghinaan Australia dengan uang recehan
Merdeka.com - Perdana Menteri Australia Tony Abbott meradang. Pasalnya upaya membujuk Indonesia untuk membatalkan eksekusi terhadap dua warga negaranya terpidana narkoba, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan tidak berhasil.
Segala cara yang ditempuh politikus Partai Liberal Australia itu, mulai dari jalur diplomatik hingga ancaman yang menyebut eksekusi mati tersebut akan mengancam pariwisata Indonesia tidak membuat Presiden Joko Widodo bergeming. Jokowi tetap pada putusan semula, yakni kedua terpidana tersebut harus dieksekusi.
Seakan tidak mau menyerah menyelamatkan warganya dari terjangan peluru tim eksekusi yang berasal dari satuan Brimob, kali ini Abbott melemparkan pernyataan yang tidak hanya membuat panas telinga pemimpin dan warga Indonesia. Dalam sebuah keterangan pers, Abbot mengungkit dana sumbangan tragedi Tsunami Aceh dan meminta agar Indonesia membatalkan hukuman mati kepada dua warga negaranya itu.
"Jangan lupakan beberapa tahun lalu ketika Indonesia dihantam Tsunami, Australia mengirimkan bantuan miliaran dollar, kami juga mengirimkan jumlah pasukan militer yang banyak untuk membantu," kata Abbott, Rabu (18/2). (mdk/amn)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya