Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rakorsus Menteri, Mahfud MD Ingin Ada Terobosan Mempercepat Pencegahan Karhutla

Rakorsus Menteri, Mahfud MD Ingin Ada Terobosan Mempercepat Pencegahan Karhutla Menkopolhukam Mahfud MD gelar rapat evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. ©2021 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat evaluasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan di tahun 2021. Mahfud ingin upaya pencegahan karhutla lebih dipercepat dengan terobosan yang ada.

"Dari pengalaman penanganan karhutla sejak tahun 2015, mengharuskan untuk lebih baik dan sistematis serta melakukan inovasi-inovasi, terobosan, langkah-langkah kebijakan yang mempercepat atau mempermudah upaya pencegahan karhutla," katanya saat Rakorsus tingkat Menteri, terkait pengendalian Karhutla bersama TNI-Polri dan pemerintah daerah, Rabu (10/2).

Mahfud menuturkan, Presiden Jokowi juga kerap memberikan arahan terkait upaya pencegahan karhutla ini. Yaitu pertama, memprioritaskan pencegahan dengan pola deteksi dini hotspots dan firespots, monitoring rutin dan meningkatkan frekuensi patroli dan pemeriksaan lapangan.

Kedua, penataan pengelolaan ekosistem gambut, dengan pengendalian hidrologi. Ketiga, pengendalian dan pemadaman setiap titik api yang muncul sehingga tidak menjadi besar.

Keempat, penegakan hukum secara tegas bagi pembakar hutan agar memberikan efek jera. Kelima, mencari solusi permanen terkait upaya pembakaran hutla yang disengaja untuk motif ekonomi.

"Dari arahan tersebut, Bapak Presiden menekankan pentingnya meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui konsolidasi dalam penanganan karhutla secara menyeluruh oleh seluruh pihak mulai dari pusat hingga ke daerah," kata Mahfud.

Dia menambahkan, kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 seluas 2,61 juta ha di Indonesia menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Kejadian ini merupakan kontrol pembanding kejadian karhutla pada kebakaran tahun berikutnya.

Menurutnya, luas kebakaran pada tahun 2020 tercatat 296.942 ha, jauh lebih kecil dibanding luas karhutla 2015. Perhitungan ini mendekati kebenaran faktual di lapangan dengan menggunakan citra resolusi tingi, data hotspot dan firespot serta verifikasi langsung oleh petugas ke lapangan.

Selain luas karhutla, kata Mahfud, transboundary haze juga menjadi indikator pemerintah dalam pengendalian karhutla. Pada tahun 2020 tidak terjadi transboudary haze akibat asap karhutla.

"Lima tahun terakhir ini dunia internasional tidak mempersoalkan transboundary haze. Mudah-mudahan hal ini dapat lebih baik lagi," ungkap Mahfud.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait karena tahun 2020 tidak terjadi bencana asap. Menurut dia, salah keberhasilannya karena penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

"TMC ini harus betul-betul kita persiapkan, dan kita harus berhati-hati juga, karena di bulan April-Mei akan menghadapi bulan puasa dan lebaran, serta masih dalam situasi pandemi Covid-19," ucapnya.

Kemudian, terobosan lain yang mendukung keberhasilan pencegahan karhutla yaitu peran Masyarakat Peduli Api (MPA) Paralegal. Menteri Siti menyampaikan konsep ini dapat diintegrasikan dengan Desa Tangguh Bencana dan Desa Mandiri.

"Untuk itu, perlu dikembangkan mekanisme kompensasi kebijakan insentifnya bagi daerah melalui Dana Alokasi Khusus," ujarnya.

Dalam rakorsus ini, turut hadir Mendagri Tito Karnavian, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong.

Selain itu, turut hadir secara virtual jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga, dan sejumlah gubernur.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP