Rais, pria berseragam hitam yang tergeletak di Jalan Thamrin tewas
Merdeka.com - Rais Karna (38), akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat menjalani perawatan petugas medis Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Rais sebelumnya terbaring koma selama dua hari di rumah sakit tersebut usai menjadi korban tembak pelaku teror di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1).
"Pada hari Sabtu 16 Januari 2015, pukul 21.21 WIB. Pasien korban bom Sarinah atas nama Rais Karna (offoce boy karyawan Bangkok Bank). Jakarta 28 Maret 1978," kata petugas media center kasus bom Sarinah, Brigadir Toriq saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (17/1).
Menurut Toriq, jenazah Rais sudah dibawa perwakilan keluarga pada Minggu (17/1) dini hari. Dia mengatakan, jenazah Rais langsung dibawa pihak keluarga ke Kampung Amplered, Nomor 66 RT 03/12, Citayam, Bojonggede, Bogor.
"Sudah dibawa," kata Toriq.
Dengan tewasnya Rais jumlah nyawa yang melayang akibat teror di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), menjadi delapan orang. Lima orang diketahui merupakan pelaku teror sementara dua lainnya korban.
Rais sendiri tewas setelah mengalami luka tembak di kepala akibat ditembak salah seorang pelaku teror. Tubuhnya Rais yang ketika kejadian tengah dibalut baju dan celana panjang hitam sempat tergeletak di Jalan Thamrin, hingga akhirnya diangkut petugas polisi ke ambulans.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya