Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rachmawati: Tidak benar Bung Karno melanggar HAM

Rachmawati: Tidak benar Bung Karno melanggar HAM Soekarno. ©Deppen/Cindy Adams

Merdeka.com - Putri Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri membantah ayahnya adalah pelanggar HAM. Dia menilai ada yang berupaya menyandingkan pernyataan mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto yang menyebut Prabowo Subianto telah melanggar HAM dengan pernyataan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD yang menyebut Bung Karno melanggar HAM.

"Pas masa Bung Karno jelas-jelas saya katakan tidak benar, karena kemarin itu seperti menyandingkan perkara Pak Wiranto yang memberikan statement bahwa Pak Prabowo melakukan pelanggaran HAM dan ucapannya mau digandeng dengan pernyataan Mahfud. Saya sebut itu beda," katanya dalam jumpa pers di kediamannya di Jatipadang, Jakarta Selatan, Minggu (22/6).

Dia mengaku tahu persis Bung Karno tak memiliki itikad untuk melanggar HAM. Menurutnya salah satu alasan Mahfud MD dan Fadli Zon menemuinya hari ini untuk memberikan penjelasan secara gamblang soal pernyataan Mahfud beberapa waktu lalu.

"Saya belum dapat penjelasan secara clear dari Pak Mahfud sendiri. Oleh karena itu hari ini saya meminta waktu kepada Pak Mahfud untuk klarfikasi," katanya.

Sebelumnya, Mahfud MD mengatakan bahwa saat ini banyak tokoh pejuang hak asasi manusia (HAM) mendukung pasangan nomor urut satu.

"Sekarang ini banyak pejuang HAM masuk ke Prabowo," kata Mahfud dalam pidatonya saat meresmikan kantor MMD Initiative Bengkulu, Jumat (20/6).

Dia juga mengatakan bahwa tuduhan Prabowo Subianto sebagai pelanggar HAM karena menculik aktivis pada 1998 masih bisa diperdebatkan.

"Dia (Prabowo) dianggap pelanggar HAM karena situasi politik yang terjadi pada saat itu," kilah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Mahfud mengatakan bahwa Prabowo merupakan bagian kecil dari pelaku pelanggaran HAM di Indonesia.

"Wiranto juga pelanggar HAM kasus Dili, Timor Timur, DOM Aceh, Hendropriyono juga pelanggar HAM, Soeharto (presiden) yang melakukan pembantaian saat kasus G30S/PKI, dan bahkan Presiden Soekarno yang juga melakukan pembantaian para kiai," ujar Mahfud.

Masalah kasus HAM yang terjadi ini, dia berharap para pihak melakukan rekonsialisasi agar tidak selamanya bangsa ini saling menyalahkan dengan dosa-dosa masa lalu.

"Memang kita tidak bisa pungkiri terhadap kesalahan masa lalu, namun perlu rekonsialisasi seperti yang dilakukan di Afrika Selatan," kata Mahfud. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP