Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rachmat Gobel Ingin Petani Gorontalo Belajar di Jepang

Rachmat Gobel Ingin Petani Gorontalo Belajar di Jepang Rachmat Gobel. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pemerintah daerah Gorontalo fokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan sektor kehutanan. Pengembangan sektor tersebut juga dipandang penting guna menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran. Terhadap hal ini, politisi NasDem Rachmat Gobel mendukung, dan ingin petani di Gorontalo bisa terus berkembang. Salah Satu caranya petani bisa belajar ke Jepang.

"Petani kita dorong, kita akan mencari bagaimana petani-petani Gorontalo bisa dilatih didik di Jepang. Ini salah satunya untuk memanfaatkan hubungan Indonesia-Jepang," kata Rachmat Gobel kepada wartawan, Selasa (25/3).

Gobel heran lantaran Gorontalo sekarang berada di peringkat 5 wilayah miskin di Indonesia. Padahal, kata dia, pemerintah pusat sudah memberikan perhatian bagus seperti dana desa dan program untuk petani.

"Ini yang ingin kita benahi. Kita punya keinginan membangun Gorontalo karena selama 17 tahun ini miskin terus. Jadi kita benahi, petani dapat income lebih baik" katanya Caleg DPR RI NasDem (Dapil) Gorontalo meliputi Bone Bolango, Kota Gorontalo, Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pahuwato itu.

Selain faktor ekonomi, Gobel juga ingin memperbaiki sistem pendidikan. Menurutnya, guru-guru di Gorontalo harus diperhatikan dan meningkatkan kemampuannya.

"Guru seperti apa yang dibutuhkan untuk pembangunan SDM kita. Jadi bukan hanya murid saja. Tentu ada setifikasi dan pelatihan serta membangun wawasan lebih luas lagi," tutu mantan menteri perdagangan ini.

Kemudian, Gobel juga akan melibatkan perguruan tinggi setempat untuk sama-sama membuat perencanaan apa yang bisa dilakukan untuk lima tahun mendatang. Perencanaan itu juga melihat faktor-faktor yang masih menjadi kelemahan serta kekurangan di Gorontalo.

"Jadi kita juga akan sinergikan dengan program Pak Jokowi dalam mengentaskan kemiskinan," tuturnya lagi.

Di sisi lain, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah memang menjadi fokus pemerintah. Apalagi di era pemerintahan Jokowi, desa di daerah bukan lagi menjadi objek pembangunan namun harus menjadi subjek pembangunan.

Masyarakat diharapkan memiliki gagasan dan inisiatif untuk membangun wilayahnya masing-masing, sesuai dengan potensi lokal yang ada. Untuk itu, belajar dari luar negeri juga merupakan suatu nilai tambah untuk memajukan daerah.

Seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, memberangkatkan sejumlah kepala desa, pendamping desa, dan penggiat desa untuk melakukan studi banding luar negeri. Selain studi banding, mereka juga diminta untuk membaca peluang kerjasama bisnis dengan kepala desa di luar negeri.

"Melihat peluang yang bisa dikerjasamakan dan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di luar negeri yang bisa disuplai oleh desa di Indonesia," ujar Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, di kesempatan berbeda.

Diharapkan mereka yang diberangkatkan ke luar negeri dapat mengambil pelajaran tentang keberhasilan di sana. "Mudah-mudahan mereka bisa menyerap dan belajar dari keberhasilan diterapkan di Indonesia," ujarnya. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP