"Jangan remehkan saweran rakyat"
Merdeka.com - Dukungan yang terus mengalir kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pembangunan gedung baru tidak boleh dianggap remeh. Ada pesan moral di sana.
"Saweran rakyat adalah pesan moral bahwa rakyat memberikan dukungan penuh pada KPK. Citra Komisi III DPR semakin terpuruk apabila tidak segera merespons reaksi publik untuk segera menyetujui pembangunan gedung KPK," kata anggota Komisi III DPR Didi Irawadi Syamsudin di Gedung DPR Jakarta, Kamis (28/6).
Menurut Didi, penggalangan dana yang dilakukan elemen masyarakat bagaikan bola salju. Cepat atau lambat akan menurunkan citra DPR, khususnya Komisi III.
"Tinggal Komisi III DPR yang diharapkan bisa mencabut tanda bintang karena menghambat pencairan dana tersebut untuk dapat menyetujuinya," ujar Didi.
Dukungan mengalir kepada KPK sebagai bentuk protes kepada Komisi III DPR karena tidak menyetujui pembangunan gedung baru KPK. Padahal, Kementerian Keuangan sudah memberikan lampu hijau.
Akhirnya polemik terus meruncing sejak Maret lalu. KPK jauh-jauh hari sudah meminta kepada Komisi III DPR untuk menyetujui anggaran sebesar Rp 166 miliar.
Alasan pembangunan gedung baru karena gedung yang sudah ada sudah tidak mampu menampung pegawai KPK. Padahal, KPK berencana akan menambah pegawai sebanyak 400 orang untuk membantu kerja KPK agar lebih efektif.
Saat ini, jumlah pegawai KPK sekitar 700 orang. Sehingga, jika ada tambahan pegawai gedung lama tidak mampu menampung ratusan pegawai tersebut. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya