Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PWNU Jatim Imbau Warga di Zona Merah Salat Id di Rumah, Silaturahmi Via Daring

PWNU Jatim Imbau Warga di Zona Merah Salat Id di Rumah, Silaturahmi Via Daring Salat Idul Adha di Lapangan Perumahan Sawangan Permai. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat jelang hari Raya Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Imbauan tersebut dikaji dalam rapat secara daring yang dilakukan PW NU Jatim bersama sejumlah pengurus cabang NU dari seluruh kabupaten/kota di Jatim. Salah satunya terkait salat id.

"Jadi bagi warga yang tinggal di zona merah, disarankan untuk melaksanakan salat id di dalam rumah. Tetapi kalau berada masuk zona kuning, oranye, apalagi hijau, dipersilakan untuk mengikuti salat id di masjid atau lapangan tetapi dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak," ujar KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PC NU Jember, saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat zoom tersebut.

Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai bentuk tanggung jawab NU untuk bersama-sama membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 ini. "Sebagai salah satu ormas dengan anggota terbesar, NU punya kewajiban mengupayakan agar masyarakat semakin sadar mematuhi protokol kesehatan. Agar pandemi ini bisa segera selesai," ujar Gus Aab, sapaan akrab KH Abdullah Syamsul Arifin.

Imbauan tersebut dikeluarkan NU karena penyebaran virus Covid selama beberapa waktu terakhir dinilai melonjak. Kondisi ini tidak lepas dari berbagai perayaan sosial-keagamaan yang mengundang banyak orang.

"Kalau banyak yang tidak disiplin, akan semakin sulit pandemi ini diatasi. Kita akan menunggu lebih lama lagi untuk bisa aktivitas normal seperti sekolah tatap muka dan sebagainya," tutur Gus Aab.

PW NU Jatim juga mengimbau warga untuk mengganti silaturahmi tatap muka dengan mengutamakan perangkat teknologi seperti video call. Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah, juga diimbau untuk ditaati. Karena itu, seluruh jajaran PW NU Jatim akan mendukung setiap pemerintah daerah untuk tidak ragu mengambil langkah tegas secara bijak, dalam menegakkan aturan terkait prokes.

"Kita ingin menggugah kesadaran masyarakat, bahwa terkait dengan rencana pelaksanaan idul fitri yang akan datang, rentan ada nya kerumunan," pungkas pria yang juga Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur ini.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP