Putaran kedua Pilgub DKI berpotensi politik uang
Merdeka.com - Pertarungan sengit diperkirakan akan terjadi pada pilgub putaran kedua nanti. Kedua pasangan cagub dan cawagub yang bertarung, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama akan berusaha memperebutkan sisa suara.
Apalagi, selisih suara kedua pasangan itu tidak terpaut jauh, yakni hanya 9 persen. Sehingga diperkirakan akan mempengaruhi kekuatan politik uang.
"Foke dan Jokowi dengan selisih 9 persen, bukan tautan angka yang besar. Pertarungan akan sengit dan ini yang mempengaruhi kekuatan politik uang dan lain-lain," ujar Direktur LSI dan Citra Komunikasi Indonesia Toto Izul Fattah di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Rabu (11/7).
Menurut Direktur Riset LSI Arman Salam, kedua pasangan itu memiliki peluang yang sama besar untuk terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta. Diperkirakan, basis PKS yang memilih Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini akan lari ke Foke.
"Kalau karakteristik, PKS dengan nasionalis agama membuat pemilih dari PKS lebih ke Foke, walaupun ada orientasi, ada potensi majority ke Jokowi dari suara Alex dan calon independen," tandasnya.
Dukungan untuk kedua pasangan itu bisa bertambah besar, pasalnya 40 persen memilih golput. Dari analisa yang dilakukan LSI, diperkirakan basis pemilih golput dapat lari ke pasangan incumbent.
"Analisis yang mungkin, bagaimana basis pendukung Foke menarik yang golput untuk datang ke TPS. Pertanyaannya, Foke mampu nggak memobilisasi dukungan supaya mereka yang golput bisa pilih Foke," pungkasnya. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya