Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pusing atasi DBD di DKI, Ahok salahkan lurah dan nyamuk

Pusing atasi DBD di DKI, Ahok salahkan lurah dan nyamuk Ahok. merdeka.com/nurul julaikah

Merdeka.com - Sebagian besar wilayah di Indonesia memasuki musim penghujan. Seperti biasanya, bila musim hujan tiba salah satu penyakit yang sering muncul adalah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Cuaca lembab akibat curah hujan yang tinggi membuat nyamuk Aedes Aegypti berkembang dengan cepat. Biasanya mereka berkembang biak pada genangan air dan tumpukan barang yang lembab.

Seperti diketahui, cikal bakal DBD berasal dari gigitan nyamuk tersebut. Karena musim penghujan terjadi serentak di sejumlah daerah, maka secara bersamaan pula wabah DBD banyak menjangkiti masyarakat.

Khusus di Jakarta, warga yang terkena DBD terpantau meningkat 30 persen tahun ini dari tahun sebelumnya. Bahkan, penyebaran penyakit DBD di Jakarta tahun ini mulai mendekati Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinkes DKI Koesmedi Prihatno mengatakan indikator KLB terjadi bila DBD di suatu daerah sudah meningkat dua kali lipat dalam waktu dua pekan.

"Disebut KLB jika paling tidak (mengalami peningkatan) dua kali lipat dari pekan sebelumnya. Memang (DKI Jakarta) mendekati KLB, tapi rasanya masih banyak tempat kosong untuk diatasi," kata Koesmedi saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Jumat (5/2).

Untuk bulan Januari saja, kata Koesmedi mengungkapkan kasus demam berdarah di Jakarta sudah mencapai 611 kasus. Angka terbesar terjadi di wilayah Jakarta Timur, yakni mencapai 157 kasus.

Selain di kawasan Jakarta Timur, Koesmedi menyebut wilayah Cengkareng, Jakarta Barat menjadi daerah terbanyak kedua terjangkit penyakit DBD. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP