Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puluhan Siswa SD di Solo Kembali Dites Swab PCR

Puluhan Siswa SD di Solo Kembali Dites Swab PCR Siswa SD di Solo jalani tes swab PCR. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo melakukan tes swab PCR, terhadap puluhan siswa Sekolah Dasar (SD), Selasa (23/11). Kali ini yang menjadi sasaran adalah 30 siswa kelas 4 hingga 6 SD Negeri Kestalan. Kegiatan yang dilakukan secara acak tersebut merupakan surveilans Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap kedua.

Ketua Satgas Covid-19 SD Kestalan yang juga Guru Pendidikan Jasmani, Sri Hartuti mengatakan, jumlah keseluruhan dari siswa SD Negeri Kestalan adalah 292 siswa. Namun hanya 30 siswa yang menjadi sasaran tes swab PCR.

"Sasaran kita tidak hanya siswa, tapi juga para guru. Terutama yang sering bersinggungan langsung dengan siswa di kelas," ujar dia, Selasa (23/11).

Menurut Hartuti pihaknya tidak mengetahui jika akan ada tes PCR hari ini. Namun sebelumnya sudah diberitahukan jika suatu saat akan disasar untuk pengambilan sampel tes swab PCR.

"Kita diberi tau secara mendadak. Dua hari lalu sudah diberitahu tetapi tidak tahu kalau ternyata pelaksanaannya hari ini," jelasnya.

Hartuti mengatakan, sekolahnya lebih meningkatkan kewaspadaan dalam berbagai perilaku orangtua. Yakni dengan memperhatikan prokes siswa. Dikarenakan banyak orangtua siswa yang tak menggunakan masker saat menjemput anaknya.

"Sudah kita share ke grup wali kelas untuk memperhatikan prokes anak-anak mereka dan juga orangtua," tutur dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih, menambahkan, surveilans tahap kedua sudah dimulai Senin kemarin. Untuk tahap kedua ini, sebanyak 29 sekolah menjadi sasaran.

"Sasaran kita ada 29 sekolah, 16 sekolah SD, 7 SMP, 4 SMK dan sisanya dari MAN," jelasnya.

Kegiatan tersebut, dikatakan Siti, akan dilakukan hingga tanggal 26 November mendatang. Menurutnya, kegiatan surveilans tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada anak selama PTM terbatas.

"Kalau diketahui lebih cepat kan kita langsung lakukan eksekusi, kita lakukan treatment. Justru dengan surveilans ini, Pak Wali juga sudah sampaikan sekolah ini harus bersyukur, orangtua harus bersyukur mendapat kesempatan," tukasnya.

Siti menyampaikan, karena selama ini kasus Covid-19 selama PTM, tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG). Hal tersebut tidak aman karena mereka menjadi carier atau pembawa. Untuk itu prokes harga mati dan masker adalah mutlak.

"Karena banyak OTG, anak-anak ini yang 107 kemaren tanpa gejala semua. Itu mungkin anaknya tidak apa, tapi di rumah ada eyangnya atau mungkin nanti datang ke eyangnya atau bapak ibunya bisa bisa yang sakit," katanya.

Lebih lanjut dikatakan. jika nanti ditemukan ada siswa yang hasilnya positif, akan langsung diambil tindakan. Diantaranya dengan memperluas tracing.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka berharap hasil surveilans untuk siswa SD tersebut negatif semuanya.

"Harapannya semua negatif, udah itu saja," ucapnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan lokasi isolasi terpusat (isoter) untuk anak. Sehingga jika ada yang positif Covid-19 bisa langsung dibawa ke isoter anak.

"Tempat isoter anak udah siap, harapannya enggak ada yang positif. Ya nanti kalau ada yang positif tinggal kirim aja. Orang tuanya mendampingi, rumahnya bagus kok malah lebih bagus dari Loji Gandrung," tutup dia.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP