Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puluhan pegawai ilegal China di PLTU Riau terancam dideportasi

Puluhan pegawai ilegal China di PLTU Riau terancam dideportasi TKA ilegal. ©2017 merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Sebanyak 35 tenaga kerja asing (TKA) China yang diamankan di proyek PLTU Tenayan Raya masih menjalani pemeriksaan intensif di Kantor Imigrasi Klas IA Pekanbaru. Sebagai tindak lanjut, petugas akan memeriksa pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau yang mempekerjakan WNA tersebut.

"Ini kita sedang memeriksa dan mendata mereka (TKA). Kita cari tahu apakah tindakan mereka memenuhi unsur (pidana) atau tidak. Kalau memenuhi unsur akan dideportasi," ujar Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau, Ferdinan Siagian, Rabu (18/1).

Untuk saat ini puluhan TKA itu diamankan di Kantor Imigrasi Klas IA Pekanbaru, di Jalan Teratai. Selama pemeriksaan, mereka didampingi penerjemah karena tidak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris.

Selain berencana memeriksa pihak PLN, Kemenkum HAM juga bakal memeriksa dokumen perusahaan atau pihak ketiga yang mempekerjakan pekerja asal China ini.

"Kita akan memanggil pihak PLN karena mempekerjaan puluhan TKA tersebut. Perusahaannya akan dicek karena mereka dipekerjakan tanpa dokumen," ucap Ferdinan.

Terkait diamankannya para pekerja ini oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau, Ferdinan membantah keras Kanwil Kemenkum-HAM Riau, khususnya bidang Keimigrasian kecolongan. Menurutnya, banyak celah bagi pekerja asing masuk ke Indonesia.

"Ada banyak pintu masuk karena dicari-cari terus. Mereka inikan ada yang datang dari Bogor dan Jakarta, banyaklah. Kita kan punya bidang pengawasan terkait tenaga kerja asing ini," kata Ferdinan.

Sebelumnya, Kepala Disnaker Riau, Rasyidin Siregar, menyatakan pihaknya yang juga melakukan razia di tempat sama mengamankan 98 TKA asal China yang bekerja secara ilegal di PLTU Tenayan Raya. Mereka menyalahkan izin yang diberikan dengan modus datang dengan visa kunjungan wisata dan bekerja selama dua bulan di PLTU.

Namun setelah visa habis, mereka kembali ke China dan kemudian masuk kembali ke Pekanbaru dan bekerja di PLTU Tenayan Raya. Ini dilakukan para TKA tersebut secara terus menerus hingga hampir satu tahun.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP