Puluhan Meteran Air di Kompleks Perumahan Dinas TNI Samarinda Dicuri
Merdeka.com - Pencurian meteran air semakin marak di Samarinda, Kalimantan Timur. Tidak hanya menyasar pelanggan di permukiman dan pertokoan. Lebih 30 meteran air raib di perumahan dinas TNI di kawasan Lempake, Samarinda.
Warga dibikin resah dengan aksi pencurian meteran air, dalam dua pekan ini. Umumnya, para pencuri beraksi malam hingga dini hari, saat sepi dan pelanggan sedang tidur. Yang disasar, tidak terkecuali perumahan Korem 091 ASN di Lempake.
"Hari pertama, itu ada tujuh meteran air hilang. Bukan meteran air PDAM, tapi dari perusahaan pengelola air bersih," kata Sumantri (45), warga Lempake kepada merdeka.com, Selasa (25/12).
Belakangan, aksi pencurian semakin menjadi-jadi. "Sampai pagi ini tadi, ada 32 meteran hilang dicuri, dalam 4 hari Padahal, ini kan perumahan Bapak TNI," ujarnya.
"Jadi diperkirakan dicurinya malam sampai subuh. Kan di perumahan Korem, air jarang mengalir. Begitu mengalir, air mengalir deras dari pipa. Begitu dicek, meterannya enggak ada," tambah Sumantri.
Sejauh ini, belum diketahui para pelaku maling meteran air itu. Begitu juga dengan penadah meteran air curian. "Enggak di toko, enggak di rumah warga, meteran air hilang dicuri. Yang rugi kita, kan penggantian meteran tanggung jawab pelanggan sendiri," sebut warga lainnya, Pratiwi.
PDAM Tirta Kencana Samarinda sendiri mencatat, lebih 100 laporan pelanggan kehilangan meteran air, di mana tiap harinya, ada 3-4 kali kejadian.
"Ada yang terpantau CCTV, pelakunya bermotor boncengan. Jadi kalau ada warga melihat, bisa segera diamankan," kata Humas PDAM Samarinda, Lukman.
"Karena, soal meteran air hilang ini, pelanggan sendiri yang dirugikan. Selain tidak dapat air bersih, juga harus mengganti meteran air sendiri Rp 330 ribu per unit meteran air. Jadi, sebaiknya pelanggan menyemen meterannya supaya sulit dibongkar, atau bikin kandang baja supaya tidak dicuri," ujar Lukman.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya