Puluhan Korban Gempa Pasaman Barat Dirujuk ke RS, Tenaga Medis Kewalahan
Merdeka.com - Puluhan warga korban gempa di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat yang mengalami luka hingga patah tulang dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Yarsi Simpang Empat. Pihak rumah sakit mengaku kewalahan untuk menangani para pasien.
Kondisi ini dilaporkan Direktur RS Yarsi Simpang Empat Meri Erliza di Simpang Empat. Dia mengatakan, pihaknya kewalahan karena terbatasnya ruangan dan tenaga yang ada. Namun mereka terus berupaya menangani korban semaksimal mungkin.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, lokasi terparah akibat gempa yang mengguncang Pasaman Barat berada di Nagari Kajai, Kecamatan Talamau dan Kecamatan Kinali. Ratusan bangunan dilaporkan rusak berat mulai dari fasilitas umum hingga rumah warga.
Tidak hanya itu gempa juga merusak ruang pertemuan Balerong di kediaman dinas Bupati Pasaman Barat.
Bayi 3 Tahun di Agam Tertimpa Reruntuhan
Sementara itu, seorang bayi tiga tahun di Kabupaten Agam dilaporkan turut tertimpa dari reruntuhan akibat gempa.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Agam M Lutfi AR mengatakan, peristiwa itu terjadi di Jorong Koto Gadang, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam.
"Iya (bayi) itu kejadiannya di Nagari Salareh Aia," kata Lutfi di Agam, Kamis (25/2).
Dia menjelaskan, saat ini bayi itu sudah mendapatkan perawatan di RSUD Lubuk Basung, Agam. "Sudah mendapatkan perawatan, sekarang di RSUD Lubuk Basung," jelas Lutfi.
Gempa Pasaman Barat dirasakan cukup kuat di Kabupaten Agam. Satu unit rumah di Nagari Salareh Aia dilaporkan rusak dalam peristiwa itu.
"Sekarang tim sudah diturunkan ke lokasi, untuk melakukan pendataan. Sementara, belum ada laporan terkait kerusakan di Kecamatan lain, akan di-update," kata Lutfi.
Seperti diberitakan, Gempa bumi bermagnitudo 6,2 mengguncang wilayah Pasaman Barat pada Jumat pukul 08.39 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa yang berpusat di 0.15 derajat Lintang Utara, 99.98 derajat Bujur Timur, pada kedalaman 10 km itu tidak berpotensi tsunami.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya