Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puluhan Komunitas Kampanyekan Gerakan Bandung Lautan Damai

Puluhan Komunitas Kampanyekan Gerakan Bandung Lautan Damai BALAD. ©2015 Merdeka.com/ Dian Rosadi

Merdeka.com - Untuk memperingati Hari Toleransi Internasional 16 November, puluhan komunitas kembali mengkampanyekan gerakan Bandung Lautan Damai (BALAD). Acara ini dilakukan untuk mengkampanyekan semangat toleransi dan keberagaman.

Koordinator BALAD, Clara Tobing, menuturkan acara yang digelar tahun ini telah memasuki tahun keempat. Tema yang diangkat tahun ini yakni Bhineka Itu Aksi.

"Kita ingin mengangkat semangat kreativitas dalam perbedaan. Semangat kreativitas jangan sekedar ngomong, tetapi melalui karya-karya kreatif," ujar Clara kepada Merdeka.com seusai acara pembukaan BALAD di kampus Universitas Kristen Maranatha, Jalan Prof Drg Suryasumantri, Jumat (30/10).

Acara dibuka dengan bedah buku berjudul 'Melangkahi Luka'. Buku ini berisi 12 kisah tentang orang-orang yang pernah menjadi korban dan pelaku intoleransi yang sekarang menjadi pejuang perdamaian. Dalam acara itu juga turut hadir dua narasumber yang dikisahkan dalam buku tersebut yakni Saeful Abdullah dan Fahim.

Buku setebal 82 halaman ini ditulis oleh lima penulis yakni Rio Rahadian Tuasikal, Aphrem Risdo Simangunsong, Fairuz Rana Uldah, Nita Nurdiani, dan Okta Sunprista.

"Melalui buku ini merefleksikan bahwa kita masih jauh dari keadaan selesai untuk perdamaian. Kita masih perlu berjuang lebih jauh lagi, bukan untuk ditangisi tapi untuk instropeksi kita bersama-sama. Kita bisa bahu-membahu untuk membuat Indonesia yang lebih menghargai keberagaman, menghargai toleransi, menghargai kemanusiaan," ujar Aphrem Risdo Simangunsong, salah seorang penulis buku.

Dalam acara BALAD tahun ini, setidaknya digelar tujuh acara yang meliputi kampanye di Dago CFD, pelatihan aktivitas, kunjungan ke sekolah, menonton film, bedah buku, roadshow media, pentas seni, dan peluncuran produk kreatif-video, film, mural, buku lewat mata kota, acara akan berlangsung hingga 17 November.

"Untuk kunjungan ke sekolah dan kampus dilakukan untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini. Agar anak-anak muda yang masih sangat segar semangatnya bisa belajar keberagaman sedini mungkin," kata Clara.

Aliansi BALAD sendiri didukung oleh 23 komunitas yang concern dengan isu toleransi di antaranya Jaringan Gereja Antarumat Beragama (Jakatarub), Jaringan Gusdurian, Forum Lintas Iman Deklarasi Sancang, Aliansi Jurnalis Independen Bandung dan beragam komunitas lain.

Acara ini sendiri telah digelar sejak 2012 untuk memperingati Hari Toleransi Internasional 16 November yang dicetuskan Unesco. Dalam waktu dekat akan digelar kampanye di Dago CFD yang akan digelar 1 November.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP