Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puluhan Ibu-Ibu di Probolinggo Tertipu Arisan Online, Kerugian Capai Rp500 Juta

Puluhan Ibu-Ibu di Probolinggo Tertipu Arisan Online, Kerugian Capai Rp500 Juta ilustrasi penipuan. shutterstock/ zentilia

Merdeka.com - Puluhan ibu-ibu di Probolinggo meradang lantaran uang arisan online dengan kerugian mencapai Rp 500 juta rupiah, amblas tak jelas jeluntrungannya. Mereka makin kesal, lantaran sang pengumpul arisan tiba-tiba lenyap bak ditelan bumi.

Karuan saja, puluhan ibu-ibu korban arisan ini pun lantas mengadukan nasibnya ke polisi. Hal ini pun dibenarkan oleh SW Djando GH, kuasa hukum ibu-ibu korban arisan online tersebut.

Menurut Djando, pihaknya sebagai kuasa hukum korban telah mengadukan kasus tersebut ke polisi. Ia bahkan turut mendampingi puluhan korban yang datang langsung ke Polres Probolinggo.

"Iya benar, saya mendampingi puluhan ibu-ibu ke Polres Probolinggo. Saat ini baru ada 60 orang ibu-ibu yang menyerahkan kuasa pada saya. Kemungkinan bisa berkembang (korbannya), karena ini arisan online yang peserta juga ada dari luar kota," tegasnya dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (9/4).

Ia menjelaskan, kasus ini berawal dari pelaku berinisial EV, menawarkan arisan dengan sistem online melalui berbagai media sosial sejak 2020 lalu. Korban yang dimediasi oleh beberapa koordinator di bawah pelaku, juga menjanjikan tambahan prosentase dari hasil tabungan.

"Pelaku juga memberikan iming-iming hadiah, seperti perlengkapan dapur jika membernya berhasil melunasi arisannya sesuai dengan jatuh tempo. Korban menyetorkan arisannya melalui transfer ke rekening pelaku," tambahnya.

Pada 2020, beberapa member diakui mendapatkan arisan sesuai dengan yang dijanjikan pelaku. Namun, pada 2021 ini, beberapa korban yang sudah jatuh tempo, justru tak mendapatkan uangnya sendiri.

Awalnya, pelaku hanya sanggup menjanjikan saja akan melunasi arisan sebagaimana yang disepakati beserta hadiahnya. Namun, setelah berkali-kali ditagih korban, pelaku yang juga berdomisili di Probolinggo, tiba-tiba saja menghilang.

"Karena yang bersangkutan tidak berada di tempat tinggalnya lagi, maka para korban ini melaporkan ke polisi. Korban ada yang setor uang antara Rp3 juta hingga Rp36 juta. Total kerugian sementara ini hingga Rp500 juta," pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Heri Sugiono membenarkan adanya kasus tersebut. Namun, ia belum dapat banyak berkomentar karena para korban secara resmi belum membuat laporan ke polisi.

"Iya benar. Tapi korban belum membuat laporan secara resmi," tegasnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP