Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Puluhan anggota Banser geruduk kantor DPC PDIP Banyumas

Puluhan anggota Banser geruduk kantor DPC PDIP Banyumas Puluhan anggota Banser geruduk kantor DPC PDIP Banyumas. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Hitungan jam jelang pemungutan suara Pilkada serentak 2018 di Banyumas, tensi politik sempat memanas. Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Banyumas mendatangi kantor DPC PDIP Banyumas, Selasa (26/6) siang. Pangkal perkaranya, gelaran tahlil oleh 9 warga di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang yang dilakukan atas hajat dari istri calon Bupati Banyumas, Mardjoko.

Selain itu, Banser menduga Satgas Money Politics PDIP telah melakukan persekusi kepada warga Nahdiyin di Desa Susukan, sebab mencoreng tradisi ke arah transaksi uang berbau politik. Sedang di sisi lain, Satgas Money Politics PDIP menduga ada indikasi praktik politik uang atas pemberian istri salah satu calon Bupati Banyumas kepada warga Desa Susukan, di tengah masa tenang Pilkada.

Kasatkorcab Banser Banyumas, Andry Widianto menyayangkan Satgas Money Politics PDIP bertindak sendiri dan menuduh warga Nahdiyin yang tengah tahlil bermuatan politik uang. Ia memang membenarkan, tahlil atas permintan istri salah satu calon Bupati, tapi sebatas mendoakan kelancaran di Pilkada. Dalam tahlil tersebut, tak ada upaya mempengaruhi pemilih atau berkampanye tentang salah seorang Calon Bupati.

"Memang ada uang Rp 20.000. Selain itu juga ada berkat berupa makanan. Ini bagian dari tradisi saja, uang itu sodaqoh," kata Andry.

Sedang Wakil Ketua Bidang Hukum dan Keamanan DPC PDIP, Agus Priyanggodo yang menemui puluhan Banser di halaman kantor DPC PDIP mengatakan bahwa Satgas Money Politics PDIP sebatas melaporkan ada indikasi praktik politik uang. Ia juga menegaskan indikasi yang lantas dilaporkan ke Panwas Banyumas, tidak ada irisan baik dengan Banser maupun NU. Kebenaran adanya praktik politik uang akan diperiksa dan ditentukan oleh Panwas.

"Ini sebatas indikasi money politics. Sebab ada pembagian uang yang dilakukan istri dari salah satu calon justru di masa tenang," ujar Agus.

Mencegah persoalan tersebut semakin meruncing, Kapolres Banyumas, Bambang Yudhantara Salamun memediasi perwakilan PDIP, Banser dan PCNU Banyumas untuk duduk bersama. Ia menegaskan di penghujung Pilkada, tensi politik yang meningkat perlu disikapi dengan kearifan. Ia meminta masing-masing pihak untuk mengemukakan pendapat dengan mengutamakan rasa persaudaraan.

"Kita sudah menjalani tahap-tahap Pilkada dengan baik dan harmonis. Jangan sampai di penghujung Pilkada ini demokrasi terciderai," kata Yudhantara.

Usai melakukan mediasi kurang lebih satu jam, masing-masing pihak baik dari PDIP, Banser dan perwakilan PCNU Kabupaten Banyumas sepakat untuk mengakhiri persoalan. Pihak PDIP sepakat untuk mencabut laporan indikasi politik uang di Panwas Banyumas. Sedang pihak Banser juga mencabut laporan dugaan persekusi yang dilakukan Satgas Money Politik PDIP di Polres Banyumas.

Setelah mediasi berakhir kurang lebih pukul 13.00 WIB, puluhan anggota Banser NU Banyumas membubarkan diri meninggalkan kantor DPC PDIP Banyumas. Kapolres Banyumas, Bambang Yudhantara Salamun berharap usai peristiwa ini Pilkada di Banyumas berjalan aman dan tertib.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP