Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pulang urus skripsi, mahasiswa di Makassar terkena peluru karet

Pulang urus skripsi, mahasiswa di Makassar terkena peluru karet Mahasiswa kena tembak peluru karet. ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Arialdy Kamal (25), mahasiswa semester VII Fakultas Hukum, Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Sulsel, terkena peluru nyasar usai pulang mengurus skripsi Jumat (6/10) dini hari. Akibatnya, Kamal mengalami luka di punggung kiri.

Kamal kemudian mengeluarkan peluru itu sendiri. Kejadian itu lantas dilaporkannya ke bidang Propam Polda Sulsel.

Kamal mengatakan, kejadian nahas itu berawal saat ia pulang ke asrama setelah mengerjakan skripsi di rumah salah seorang rekannya. Saat itu ia berboncengan dengan temannya, Muhammad Nur Parawangsa.

"Saat melintas di Jalan Urip Sumoharjo tiba-tiba ada yang memukul bahu kanan Nur pakai bambu. Karena kaget, Nur langsung tancap gas motor dengan kecepatan tinggi. Saat itulah kami mendengar bunyi letusan. Nanti setelah tiba di kamar kos di asrama baru menyadari ada banyak darah. Setelah diperiksa ternyata punggung yang luka. Karena lihat seperti ada sesuatu di luka itu, teman langsung mencungkil dengan tangan kosong yang ternyata potongan peluru," kata Kamal.

Pagi harinya, Kamal bersama rekan-rekannya mendatangi Mapolda Sulsel untuk memberikan laporan.

"Kami yakin kalau luka ini tertembak polisi karena selain ada bukti peluru juga karena sesaat sebelum motor menjauh dari lokasi kejadian sempat melihat ada sekitar 10 orang di pinggir jalan, di antaranya ada yang berseragam polisi," ujarnya seraya menambahkan, setelah masukkan laporan polisi, lanjut ke Rumah Sakit Daya untuk visum.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani menjelaskan, semalam memang ada polisi sedang memantau balapan liar dan aksi begal di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menurut Dicky, seharusnya mahasiswa itu berhenti saja kalau ada razia petugas karena Polri sering menerima keluhan masyarakat kalau daerah tersebut rawan kriminalitas dan balapan liar.

"Tiba-tiba ada sepeda motor yang dikendarai oleh Mahasiswa itu distop oleh petugasm Tapu masih tetap ngebut dan menghindar dari petugas. Akhirnya mahasiswa yang tidak mau berhenti itu ditembak dengan peluru karet," kata Dicky kepada wartawan melalui pesan via WhatsApp.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP