Puas, para pembalap puji Tour de Banyuwangi Ijen 2015
Merdeka.com - Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 telah selesai diselenggarakan hari ini. Even yang telah diselenggarakan untuk keempat kalinya ini berhasil menuai pujian dari berbagai pihak, salah satunya dari manager Matrix Power Tag Japan Ayumi Kowatari.
Menurut manager juara green jersey, Benjami Prades Reverter, pertandingan yang digelar Banyuwangi benar-benar terencana dengan baik. Mulai dari kesiapan panitia, rute serta partisipasi masyarakat yang terlibat di dalam event sangat terorganisir.
"Semuanya bagus, kami senang bisa ikut pertandingan ini. Hanya saja udaranya yang terlalu panas terkadang menjadi kendala. Kami berharap tahun berikutnya bisa ikut event ini kembali. Saya sangat suka dengan kompetisi di sini," kata Kowatari di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (9/5).
Hal yang sama juga disampaikan Peter Pouly, pembalap asal Prancis yang bergabung dengan Singha Infinite Cycling Team, Thailand. Dia mengaku antusias mengikuti kompetisi ITDBI.
"Ini kompetisi yang sangat menyenangkan, pengamanannya begitu baik, sehingga pembalap merasa aman dan nyaman saat balapan. Begitu juga dengan sambutan masyarakat di tepi jalan. Setiap orang memotivasi kami untuk bisa bertanding hingga di garis finish. Saya sangat gembira bisa berada di sini, ini adalah pertandingan yang sangat bagus. Semoga tahun depan saya bisa ikut lagi," kata Juara ITDBI 2015 ini.
Tak cuma itu, International Tour de Banyuwangi Ijen tahun ini dinilai meningkat kualitas penyelenggaraannya. Mulai dari sisi manajemen penyelenggaraan, keamanan, hingga kompetisi antar pembalap.
Advisor UCI (Union Cycliste Internationale) yang juga Race Director ITDBI 2015 Jamaluddin Mahmood mengatakan, penyelenggaraan ITdBI 2015 ini secara kualitas meningkat 70 persen. Dari sisi manajemen penyelenggaraan berjalan sangat rapi. Hal ini terlihat dari selama berlangsungnya perlombaan tidak timbul masalah yang berarti dan perlombaan berjalan dengan lancar.
"Komunikasi antar tim dengan pihak penyelenggara juga terjalin dengan baik," ujarnya di Taman Blambangan, Banyuwangi.
Dari sisi keamanan pun tak berbeda jauh. Para pembalap semua memuji keamanan saat berlangsungnya lomba. Sementara dari sisi kualitas pembalap, kecepatan pembalap pun di rute flat etape terakhir mampu menunjukkan kecepatan rata-rata yang hampir setara dengan pembalap di Tour de France.
"Saya terkejut lihat result kecepatan rata-rata pembalap di etape 4 ini capai 44,72 km/jam. Hampir setara dengan kecepatan di Tour de France. Ini menunjukkan bahwa pembalap yang bertarung di sini benar-benar menunjukkan kemampuannya secara maksimal," kata advisor UCI (Union Cycliste Internationale).
Jamal menambahkan, salah satu faktor yang menyebabkan tingginya performa pembalap adalah keputusan pihak penyelenggara untuk memangkas rute menjadi 555 km, dari tahun sebelumnya yang 622 km. Pemangkasan ini akhirnya memicu para pembalap untuk bertarung sejak kilometer awal lomba.
"Rute panjang tahun kemarin itu justru membuat pembalap menyimpan tenaganya di akhir setiap etape, mereka lebih memilih endurance. Kalau sekarang berbeda, mereka masing-masing fight untuk curi poin dari awal karena pendeknya rute," tutupnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya