Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PTM Terbatas di Depok, Sekolah Berlakukan Ganjil Genap Nomor Absensi Pelajar

PTM Terbatas di Depok, Sekolah Berlakukan Ganjil Genap Nomor Absensi Pelajar PTM Terbatas di Depok. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Depok menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas serentak secara perdana. Kepala SMPN 1 Depok, Erna Iriani mengatakan pihaknya membagi dua gelombang siswa yang datang. Untuk siswa nomor absen ganjil datang pada sesi pertama, sedangkan nomor genap datang pada sesi kedua. Total siswa yang hadir hari pertama ini di SMPN 1 Depok sebanyak 328 orang.

Sebelum masuk kelas dilakukan pemeriksaan dan cuci tangan. Seluruh siswa maksimal berada di sekolah selama dua jam. Mereka hanya datang ke sekolah dua kali dalam sepekan.

"Selebihnya daring, jadi online tetap jalan, saat ini kelas VI saja. Untuk hari ini antusias hadir semua, satu kelas 18-20 siswa," kata Erna kepada wartawan, Senin (4/10).

Di tempat lain, PTM terbatas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Anyelir 1 juga berjalan lancar. Seluruh guru berkumpul sebelum siswa datang ke sekolah pukul 07.00 WIB. Untuk pembagian jam kedatangan dan kepulangan sudah diatur.

"Jam masuk keluarnya kita bedakan karena mengantisipasi kerumunan, walaupun satu sesi tapi jadwal kedatangan kami atur. Kelas 1 dan 2 jadwalnya jam 07.00. Kelas 3 dan 4 jam 07.30, kelas 5 dan 6 jam 08.00. Kepulangan juga tidak bersamaan," kata Kepala SDN Anyelir 1, Sri Suparni.

Siswa dan guru yang boleh datang ke sekolah hanya yang sehat saja. Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka mereka dilarang datang ke sekolah. Jika siswa sudah selesai PTM terbatas maka mereka hanya diperbolehkan pulang ketika sudah ada yang menjemput.

"Siswa yang pulang itu yang sudah dijemput orang tua. Kita tidak lepas siswa pulang kalau belum dijemput untuk antisipasi anak main di luar atau berantakan di luar bercampur dengan orang," terangnya.

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menuturkan, secara keseluruhan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya. Hanya saja untuk siswa baru memang dirasa agak canggung bertemu dengan temannya secara langsung. Namun mereka semua terlihat bahagia bisa kembali ke sekolah.

Karena ini anak baru ya masih agak malu-malu ya, karena ini kelas 7 ya, baru masuk senang banget, jadi mereka tetap senang," kata Imam saat meninjau PTM terbatas di SMPN 1 Depok.

Dikatakan dia saat ini seluruh jenjang pendidikan di Kota Depok sudah siap melaksanakan PTM terbatas. Tiap satuan pendidikan sudah memiliki skema sendiri untuk mengatur pelaksanaanya. Misalnya dengan pembagian jam masuk serta pulang agar tidak berbentrokan dan berkerumun hingga pengaturan jumlah siswa yang datang. Siswa juga diingatkan untuk tidak saling meminjam alat tulis saat PTM. Mereka pun harus membawa perlengkapan kesehatan lain seperti masker cadangan serta faceshield.

"Sangat bagus dengan siswa yang melengkapi dengan alat-alat yang diperlukan masing masing secara pribadi, dari mulai masker cadangan, minuman bawa sendiri. Sapu tangan, mereka bawa masing-masing," tukasnya.

Bahkan sekolah juga menyiapkan ruang isolasi khusus jika ditemukan siswa yang kurang sehat. Imam mengingatkan agar kerjasama orang tua dan sekolah ditingkatkan terutama dalam hal pemberian informasi kesehatan siswa. Jika dirasa tidak sehat diingatkan untuk tidak ke sekolah. Kemudian dilakukan juga tracing secara acak dan berkala bagi siswa juga guru nantinya.

"Di sini disiapkan ruangan bila terjadi sesuatu di ruangan isolasi, kami berharap murid ketika sakit jangan masuk dengan seizin orang tua dari guru-guru. Nanti kita akan melakukan swab antigen secara berkala ya, baik dari guru maupun dari siswa. Sekarang belum, mereka kan sudah divaksin semua mudah-mudahan sehingga tidak ada yang bergejala, kalau bergejala jelas harus tidak masuk, yang masuk harus sehat," harapnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP