Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PT Global Insight Utama-Green Nitrogen bantah isu berbuat curang

PT Global Insight Utama-Green Nitrogen bantah isu berbuat curang Nitrogen. ©facebook.com/Franz Borgiaz

Merdeka.com - PT Global Insight Utama-Green Nitrogen membantah tudingan adanya pengisian Nitrogen palsu. Mereka menegaskan itu hanya isu tidak benar.

"Merebaknya isu pemalsuan isi nitrogen di SPBU Pertamina di berbagai media sosial telah mendorong kami untuk memberikan tanggapan agar memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa isu tersebut tidaklah benar," kata Adang Wijaya selaku CEO PT Global Insight Utama-Green Nitrogen, Senin (16/11).

Sebelumnya, Franz Borgiaz melalui akun Facebooknya menyatakan adanya pengisian Nitrogen palsu. Franz saat itu berniat mengisi ban mobilnya dengan nitrogen. Namun dia terkejut kok malah kompresor angin yang nyala.

Menurut Franz, Nitrogen Bottle itu tekanannya 2000 PsiG. Tak perlu kompressor untuk mengisi ban 35PsiG. Dia membayar namun berpesan jangan sampai menggunakan cara curang seperti itu.

Berikut penjelasan Adang:

Seorang pengguna telah menggunakan jasa layanan nitrogen di sebuah SPBU Pertamina. Pengaduan tersebut tidak jelas karena tidak menyebutkan tanggal, waktu, tempat, dan brand tertentu, namun menampilkan foto lawas outlet Green Nitrogen yang ia peroleh dari web. Hal yang sama juga dilakukan oleh media on-line yang lain. Ia kecewa karena saat proses pengisian terjadi bunyi kompresor, sehingga ia berkeyakinan bahwa nitrogen yang ia beli bukanlah asli nitrogen melainkan angin biasa yang diproduksi dari kompresor. Ia terbiasa mengisi nitrogen dengan cara konvensional yaitu melalui tabung nitrogen, sehingga ia tidak melihat tabung nitrogen di outlet tersebut. Kondisi ini menambah keyakinan dan kekecewaannya bahwa outlet tersebut menjual nitrogen palsu, dan mesin yang nampak hanyalah melabui semata. Kekecewaan tersebut dipublikasi ke media FB, dan media on-line (otosia.com dan merdeka.com) mempublikasinya sehingga ramailah ke berbagai media lainnya.

Berdasarkan kronologi tersebut, kami sebagai salah satu pelaku bisnis nitrogen di SPBU Pertamina, memahami kekeliruan tersebut karena ia tidak paham atas teknologi pengisian nitrogen, namun sayangnya ia tidak mengkonfirmasi ke kami, melainkan ke media sosial, dan diperluas lagi oleh media on-line. Jangan sampai ketidakpahaman satu orang ini berdampak buruk kepada pihak lain (bisnis kami, pelanggan kami, dan mitra lainnya). (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP