PSK Giwangan libur cari pelanggan demi hormati Ramadan
Merdeka.com - Siti (35) sedang duduk menahan kantuk di sudut jalan di timur Terminal Giwangan Yogyakarta, selasa (7/6), dini hari pukul 01.00 WIB. Dia sedang menjalankan pilihan kerjanya untuk menyambung hidup keluarga dengan menjadi Perempuan Pekerja Seks (PSK).
Siti menceritakan bahwa malam itu tidak seperti biasanya. Malam itu sepi kerena kebanyakan kawan-kawannya sesama PSK memilih libur di awal bulan Ramadan.
"Memang sudah beberapa hari ini sepi. Ini saja sudah jam satu pagi cuma ada tiga PSK yang mangkal," ujarnya baru-baru ini.
Menurut Siti, alasan teman-teman PSK memilih libur di awal bulan puasa sederhana saja. Pertama, PSK juga memiliki keluarga dan juga bermasyarakat dengan tetangga sekitar rumah mereka.
"Karena ya teman-teman PSK juga manusia yang punya hati. Mereka juga menghargai bulan puasa," ujarnya.
Siti ingin membuktikan bahwa dirinya juga memiliki hati dan perasaan. Dia mengaku jika keluarganya juga beragama Islam.
"Saya juga seorang muslim. Anak saya juga saya ajarkan pendidikan agama. Mereka juga saya suruh puasa di bulan Ramadan," ujarnya.
Selain alasan menghargai bulan puasa, Siti juga menceritakan bahwa di tahun-tahun sebelumnya setiap mendekati bulan Ramadan, Satpol PP rajin menggelar razia. Hal itu juga menjadi salah satu pertimbangan PSK memilih libur di awal puasa.
"Kalau ketangkap razia gitu ya sungkan juga sama anak-anak. Kasian anak kalau teman-temannya pada tahu."
Menurutnya, biasanya kawan-kawan PSK mencari sambilan lain ketika sedang libur seperti sekarang. Sebagian ada yang memilih menjadi pembantu rumah tangga dan buruh cuci rumah tangga.
"Macam-macam cara mengais nafkah penggantinya. Ada yang jadi buruh cuci. Tapi kan upahnya sangat rendah. Padahal biaya kebutuhan hidup semakin tinggi," ujar Siti.
Namun menurut Siti, kondisi sepinya tempat prostitusi seperti itu tidak berlangsung lama. Menurutnya bisa jadi minggu kedua di bulan puasa sudah mulai ramai yang mangkal.
"Kan kalau libur sebulan juga enggak mungkin, karena ini sudah menjadi pilihan pekerjaan kami. Ini kan juga sebuah pekerjaan," ujarnya.
Siti berharap kepada pemerintah untuk sebaiknya dibangun tempat kawasan prostitusi yang legal. Hal itu supaya menjadi perlindungan keamanan bagi para PSK.
"Agar kami juga merasa nyaman, enggak was-was seperti ini. Justru tempat lokalisasi itu bermanfaat agar mengurangi angka kejahatan seksual terhadap wanita," ujar Siti.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, beberapa tempat lokalisasi di Yogyakarta sepi PSK saat H-1 Ramadan hingga kini. Lokalisasi lain seperti Bong Suwung di kawasan Malioboro juga terpantau sepi.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya