Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Psikolog Sebut Gerakan di Rumah Saja ala Ganjar Picu Persoalan Rumah Tangga

Psikolog Sebut Gerakan di Rumah Saja ala Ganjar Picu Persoalan Rumah Tangga Pembatasan kegiatan warga Ibu Kota lewat PPKM. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Psikolog RS Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro menyatakan Pemprov Jateng harus memberikan pemahaman teknis terkait pelaksanaan aturan Gerakan Jateng di Rumah Saja yang dicanangkan Ganjar Pranowo pada 6-8 Februari 2021. Menurutnya, kalau tidak ada definisi jelas, dikhawatirkan akan mempengaruhi karakter dan tingkah laku seseorang.

"Harusnya dijelaskan dulu definisinya apa kalau tidak boleh keluar rumah di hari Sabtu dan Minggu. Terus apa sanksinya kalau melanggar resikonya apa," katanya di Semarang, Rabu (3/2).

Dia mengingatkan, Ganjar agar hati-hati membuat kebijakan mengingat secara psikologis, seseorang yang dilarang melakukan sesuatu biasanya semakin melakukan pelanggaran. Terkait aturan dua hari di rumah saja, tidak menyurutkan perilaku warga setiap akhir pekan yang sering keluar rumah untuk berekreasi.

"Memang butuh kesadaran pada masyarakat.Tapi karena ini wujudnya sebuah peraturan, ya mestinya ada sanksinya. Jika cuma imbauan saja, akan terjadi perilaku semakin dilarang, justru semakin banyak orang melanggar. Soalnya dengan tren kasus covid-19 naik berarti masyarakatnya banyak belum sadar," ujarnya.

Selama 10 bulan masa pandemi Covid-19, jumlah kasus konflik yang terjadi di lingkungan keluarga semakin meningkat. Efek yang dirasakan adanya gesekan konflik ketika ibu dan anaknya berhari-hari beraktivitas di rumah.

"Mereka banyak bingung dan bosan terlalu sering di rumah muncul persoalan rumah tangga dan persoalan mengasuh anak. Dampaknya gampang sensitif dan sering emosi," ungkapnya.

Sedangkan, Pakar Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip, dr Bagus Wijanarko menganggap, gerakan Jateng di Rumah Saja bisa jadi solusi guna mencegah penularan Covid-19 yang muncul di Jawa Tengah.

"Konteks pencegahan covid-19 bisa jadi salah satu cara. Harus ada pemahaman dan kesadaran bahwa dengan berdiam diri di rumah dua hari dan dilakukan dengan disiplin maka bisa menurunkan kasus penularan Covid-19," tutupnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP