Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Proyek tol Cigatas bakal diperpanjang sampai Banjar

Proyek tol Cigatas bakal diperpanjang sampai Banjar Proyek Tol Cijago. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kabar baik datang dari rencana pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) Jawa Barat. Sebab, pembangunan jalan bebas hambatan ini akan diperpanjang sampai Banjar.

Tol tersebut akan memiliki panjang sampai 100 kilometer yang artinya ini merupakan tol terpanjang setelah Cikopo-Palimanan (Cikopo) dengan panjang 116 kilometer.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, saat ini proyek yang diperkirakan menelan dana lebih dari Rp 50 triliun tersebut sedang dilakukan feasibility study (FS) yang dibiayai APBD.

"FS ini tengah dirancang diharapkan Juli nanti sudah selesai," katanya di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (15/6). Setelah FS rampung diharapkan, selanjutnya dimasukan ke dalam Program Pembangunan Jalan Tol Proyek Strategis Nasional.

Untuk akselerasi pembangunan tol tersebut pihaknya terus berkoordinasi baik dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota. Upaya sinkronisasi ini dilakukan untuk percepatan pembangunan jalan tol tersebut.

Berkaca pada pembangunan jalan tol sebelumnya, persoalan yang memakan waktu sering terjadi karena tidak maksimalnya sinkronisasi antar pihak terkait itu.

"Sesuai arahan Presiden, harus ada harmonisasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kami melakukan koordinasi lanjutan untuk mempercepat proses, baik pelaksanaan FS maupun konstruksi," ungkapnya seraya menyebut rencana tol itu akan disambungkan hingga ke Yogyakarta.

Hingga saat ini terdapat tiga alternatif trase pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kota Bandung dengan Banjar sejauh 100 kilometer itu. Trase pertama yakni Gedebage-Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Malangbong-Rajapolah-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar.

Kedua adalah Gedebage-Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Garut-Singaparna-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar. "Ketiga Gedebage-Majalaya-Nagreg-Limbangan-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar," katanya.

Masing-masing trase tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan mengingat kondisi alam yang berbeda. Trase pertama kondisi tanahnya berbukit, tidak rawan longsor, dan tidak memotong sawah. Trase kedua memiliki kontur tanah berbukit, tidak rawan longsor, tapi memotong sawah sehingga terdapat kondisi tanah yang lunak.

Adapun trase ketiga tanahnya berbukit, rawan longsor, tapi tidak memotong persawahan.

Melihat kondisi itu trase pertama diperkirakan akan menjadi pilihan untuk pembangunan jalan tol tersebut. Selain memiliki kondisi lingkungan yang baik, pembangunan trase pertama pun akan membutuhkan biaya paling sedikit.

"Rekapitulasi pembiayaannya, untuk alternatif pertama biaya keseluruhannya Rp 5,14 triliun, alternatif trase kedua Rp 5,374 triliun, dan ketiga Rp 5,86 triliun," ujarnya. Untuk pembiayaannya, pemerintah pusat melalui APBN akan bertanggung jawab untuk pembebasan lahan. Sementara pembangunan fisiknya akan diserahkan ke investor melalui lelang investasi.

Dia berharap, jika proses lancar pembebasan lahan bisa dimulai pada 2017 mendatang. "Insha Allah ini cepat. Karena dari perencanaan hingga FS ini hanya setahun. Semoga ke depannya bisa cepat juga, mohon doanya," ujarnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP