Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Proyek IKN Besar dan Berisiko, Kepala Otorita Harus Punya Kapasitas dan Integritas

Proyek IKN Besar dan Berisiko, Kepala Otorita Harus Punya Kapasitas dan Integritas Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Merdeka.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengomentari penunjukan Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurut Mardani, orang yang ditunjuk Presiden Joko Widodo perlu memiliki karakter yang kuat.

Kepala otorita punya beban berat. Dari mengelola ekspektasi tinggi Jokowi, publik yang masih menentang, hingga anggaran pembangunan ibu kota baru yang besar.

Mardani bahkan menyinggung proyek IKN ini seperti dalam kisah 'Roro Jonggrang'. Makanya butuh pemimpin yang kuat.

"Proyek seperti kisah Roro Jonggrang ini butuh pemimpin berkarakter kuat," kata Mardani kepada wartawan, Kamis (10/3).

Latar Belakang Tak Masalah

Dari latar belakang manapun, Mardani tidak masalah. Mau itu orang partai politik atau tidak. Namun, diingatkan perlu menunjuk orang yang tepat karena harganya sangat mahal jika salah pilih.

"Kepala Otorita IKN yang bertugas harus punya kapasitas dan integritas. Kapasitasnya dua: leadership dan manajerial. Leadership akan memudahkan kolaborasi dan arah pembangunan. Manajerial membuat semua detail. Bisa dikontrol," ujar Mardani.

Presiden Joko Widodo akan melantik Bambang Susantono dan Donny Rahajoe Jadi Kepala dan Wakil Otorita IKN. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

"Iya nanti, Kamis sore pukul 15.00 Wib di Istana Negara, Presiden akan melantik Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. Kemudian untuk posisi Kepala Otorita IKN dijabat oleh Bambang Susantono dan Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN," ucap Heru kepada merdeka.com, Kamis (10/3) pagi.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP