Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Proyek BIN mangkrak jadi sarang maksiat

Proyek BIN mangkrak jadi sarang maksiat Gedung sekolah BIN. ©2016 merdeka.com/martin siahaan

Merdeka.com - Di antara desiran ombak dan semilir angin di Pulau Batam, gedung itu berdiri tapi tidak sedap dipandang. Kotor dan lusuh.

Penyebabnya, sudah 13 tahun proyek gedung itu mangkrak. Padahal, rencananya bangunan itu bakal dijadikan sebagai kawah candradimuka buat menempa agen telik sandi kelas dunia.

Namanya gedung International School of Intelligence. Proyek itu digagas mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Makhmud Hendropriyono, sebagai jenjang lanjutan dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasinya sengaja dipilih di tanah seluas 15 hektar di Nongsa, Pulau Batam. Letaknya cukup strategis, berada di bibir laut bagian utara Pulau Batam dan menghadap langsung Singapura. Peletakan batu pertama digelar pada November 2003. Saat itu, Presiden RI 2001-2004, Megawati Soekarnoputri, melakukan peletakan batu pertama.

"Dulu gedung BIN bang. Bu Mega dulu yang meresmikan peletakan batu pertama," kata Andi, salah satu warga bermukim di sekitar lokasi proyek.

Yang melakukan pembangunan gedung adalah Yayasan Intelijen Republik Indonesia (YIRI). Pada 2003, Hendropriyono duduk sebagai ketua dewan pembina. Proyeknya melibatkan banyak pihak. Salah satu digandeng adalah Institut Teknologi Bandung. Sebab, gedung itu dirancang oleh Lembaga Afiliasi Penelitian Indonesia ITB. Mestinya, bangunan itu selesai dalam sepuluh bulan. Namun, kenyataannya berbanding terbalik. Kabarnya, proyek terhenti lantaran status lahan. Sebab, tanah itu bukan milik negara atau BIN. Pengganti Hendropriyono, Syamsir Siregar, memutuskan memberhentikan proyek.

"Sekarang jadi tempat orang pacaran dan kumpul-kumpul," ujar Andi. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP