Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Proyek arena golf UI di tangan Rektor Gumilar

Proyek arena golf UI di tangan Rektor Gumilar Arena Golf UI. merdeka.com/Pramirvan

Merdeka.com - Meski mendapat penolakan dari berbagai kalangan, mulai dari BEM, Dosen, hingga Majelis Wali Amanat pembangunan Integrated Faculty Club Universitas Indonesia (UI) hingga kini masih berlanjut. Menurut Asisten Utama Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi UI, Fuad Gani pembangunan fasilitas mewah termasuk arena dan klub golf itu sepenuhnya kewenangan Rektor UI, Gumilar R Soemantri.

"Kita hanya mengikuti kebijakan dari atas, kita hanya mengkoordinasikan saja," ujar Fuad kepada wartawan di Kantor Komisi Informasi Pusat, Jakarta, Rabu (3/4).

Menurut Fuad, kewenangan tersebut termasuk juga status pembangunannya, apakah dilanjutkan atau diberhentikan.

"Tugas kita hanya menjembatani antara pihak luar dan dalam kampus," ujarnya.

Sebelumnya, Gumilar berdalih pembangunan fasilitas mewah di lingkungan UI tersebut mendapatkan restu dan diatur oleh pemerintah. "Proyek itu didanai oleh pemerintah sesuai undang-undang," kata Gumilar kepada merdeka.com, Senin (2/4).

Dari data yang diperoleh merdeka.com, Jumat (23/3), Integrated Faculty Club UI akan terdiri dari enam bagian. Salah satu bagiannya dikhususkan untuk pusat olah raga dimana di dalamnya terdapat arena golf dan klub golf.

Direktorat Pengembangan Aset dan Ventura Universitas Indonesia (UI) pada medio Agustus 2009 lalu telah mengeluarkan sayembara terkait pembangunan Integrated Faculty Club UI itu. Dari sayembara tersebut, Integrated Faculty Club UI nantinya akan dibagi menjadi enam program ruang, yakni.

Faculty Meeting Room, terdiri dari

A

1. Faculty club

2. Faculty lounge & resto

3. Etalase paten dan hasil-hasil penelitian UI (Gallery)

4. Reading book room + cafe

5. Ruang multimedia (rapat, diskusi, seminar)

B. Quick faculty Health Services

1. Poliklinik Umum

2. Poliklinik Gigi

3. Fitness

C. Sport Center

1. Golf driving range (30 slot)

2. Golf club & shop

3. Kolam renang (Olympic Size)

4. Lapangan futsal

5. Lapangan tenis

6. Flying Fox Sport

D. Retail & Cafe

1. Toko buku

2. Toko suvenir

3. Minimart

4. Cafe (indoor & outdoor/terrace)

5. Internet

6. Fastfood

7. Ruang Menyusui (Nursing Area)

8. Ruang Merokok (Smoking Area)

E. Kantor

1. Pengelola

2. Bank

3. Koperasi

4. Musholla

F. Automotive Station & Services

1. Servis kendaraan (mobil dan motor), uji emisi, cuci, dan salon mobil.

2. Parkir (mobil, motor, sepeda) tidak diletakkan di depan bangunan utama

3. Fasilitas pendukung lainnya.

Untuk membangun fasilitas mewah seperti arena dan klub golf tersebut, UI pun terpaksa membabat hutan hijau di lingkungan kampus. Namun Humas UI Devi Rahmawati, menegaskan penebangan itu bukanlah tindakan tanpa konsep dan sengaja dilakukan untuk kepentingan kampus semata-mata. Dia juga menegaskan, meski dilakukan penebangan hutan, pihak kampus akan menggantikan pohon-pohon itu dengan yang baru.

"Meski pohon-pohon itu ditebang, kita pasti akan mengganti dengan yang baru. Meski tidak ditanam di tempat yang sama," kata Devi saat berbincang dengan merdeka.

Devi menambahkan, usia pohon-pohon yang ditebang itu sebenarnya memang tidak lagi produktif. Oleh karena itu, dibutuhkan pohon-pohon baru yang lebih kokoh dan kuat ketika dihembus angin kencang.

"Jadi kita pastikan kita sejak tahun 2007 akhir, 30 ribu pohon sudah kita tanam kembali dan kita pastikan tidak akan mengubah kondisi hutan kota di UI. UI tetap sejuk," tegasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP