Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Protes UMK 2015, Buruh bikin Kota Semarang lumpuh

Protes UMK 2015, Buruh bikin Kota Semarang lumpuh Demo buruh di Semarang. ©2014 merdeka.com/fariz fardianto

Merdeka.com - Penetapan UMK 2015 bagi Kota Semarang, Jawa Tengah tetap ditentang oleh para buruh setempat. Mereka menganggap, sikap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menetapkan kenaikan UMK 2015 dianggap tidak berpihak kepada buruh. Bahkan, mereka menuding Ganjar menjadi 'gubernur boneka' karena menetapkan UMK 2015 berdasarkan keinginan pengusaha.

Gelombang protes buruh yang menolak besaran UMK 2015 tersebut terjadi dari arah timur Kota Semarang, pada Selasa (25/11) sejak pukul 14.00 WIB hingga sore ini. Kali ini, ribuan buruh long march dari arah timur Semarang dan mengancam menutup semua jalan raya di Ibu Kota Jateng. Tak hanya itu saja, ribuan buruh nyaris menutup paksa pintu Jalan Tol Gayamsari.

Pantauan merdeka.com, akibat gelombang protes besar-besaran tersebut membuat arus lalu lintas di timur Semarang tepatnya di Jalan Brigjend Sudiarto depan pintu Tol Gayamsari lumpuh dua jam. Pengendara motor dari arah barat Semarang menuju Pedurungan gagal melewati jalan tersebut dan terpaksa mencari jalan alternatif.

Nanang Setiyono, seorang perwakilan buruh menuding penetapan UMK 2015 sarat kepentingan politis. Para buruh di Semarang menerima upah rendah apabila dibanding kota metropolitan lainnya. "Kami hanya terima upah Rp 1.685.000 pada tahun depan," katanya di tengah aksi buruh.

Nanang mengatakan, upah yang diterima buruh Semarang sangat minim dan tidak mempertimbangkan lonjakan komponen harga kebutuhan pokok lainnya. "Makanya Gubernur Ganjar harus merevisi UMK 2015. Karena keputusannya mencederai kami," teriaknya.

Nanang mengancam buruh akan bertahan dan menutup semua akses jalan raya bila tidak ditemui oleh Ganjar. "Kami minta nominal yang tetap. Upah kami harus dikaji ulang sesuai kenaikan BBM dan kenaikan komponen survei lainnya," ungkap Nanang.

Seorang koordinator buruh mengatakan, bakal melawan kebijakan pemerintah bila UMK 2015 tidak diubah. "Upah kami belum cukup. Kami akan lawan pemerintah karena tidak mau merevisi upah buruh pada tahun depan," ucap dia.

Hingga berita ini diturunkan, massa buruh masih berdatangan. Jumlahnya yang mencapai ribuan orang itu menyemut di simpang empat Jalan Brigjend Sudiarto. Mereka juga membunyikan klakson motor dan bergerak ke pusat kota.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah nomor 560/85 Tahun 2014 tentang Upah Minimum pada 35 Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Tengah.

"UMK paling tinggi adalah Kota Semarang sebesar Rp 1,685 juta dan UMK paling rendah adalah Cilacap bagian Utara dan Banyumas seharga Rp 1,1 juta yang sebelumnya yang terendah adalah Kabupaten Purworejo sebesar Rp 910 ribu," tegas Ganjar Pranowo Kamis (20/11).

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP