Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Protes perampasan lahan, warga Lau Cih duduki jalan raya

Protes perampasan lahan, warga Lau Cih duduki jalan raya Aksi protes perampasan lahan di Deli Serdang. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Ratusan warga Lau Cih, Deli Serdang, Sumatera Utara, berunjuk rasa di Bundaran Majestik, Medan, Senin (7/8). Mereka menuntut penghentian penggusuran yang dilakukan PTPN II.

Unjuk rasa dikakukan Masyarakat Ulayat Sebayak Lau Cih. Mereka merupakan bagian dari warga Desa Simalingkar A, Namo Bintang, Durin Tonggal, Tebing Ganjang, dan Pasar Enam, Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang.

"Kami melakukan aksi ini karena PTPN II tidak mengindahkan rekomendasi DPRD Sumut dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat) agar mereka mengentikan aktivitas pembersihan lahan atau penggusuran," kata Kristiani Beru Surbakti (29), seorang pengunjuk rasa.

Kristiani dan warha lainnya mengaku telah diusir PTPN II dari lahan yang ditempati, dikuasai dan dikelola sejak turun-temurun. "Hak-hak kami telah dirampas," ucapnya.

Saat ini warga ketakutan karena semakin banyak aparat keamanan berjaga di kawasan itu. Padahal dari dua kali RDP yang dilakukan beberapa waktu lalu, DPRD Sumut meminta agar pihak keamanan dan PTPN II tidak melakukan aktivitas apa pun terkait dengan penggusuran.

Dalam aksinya, warga memblokade jalan. Kemacetan tak terhindarkan. Lalu lintas berangsur normal setelah massa bergerak menuju kantor DPRD Sumut.

Konflik lahan antara warga Lau Cih dengan PTPN II sudah berlangsung lama. BUMN itu melakukan penggusuran karena mengklaim lahan yang ditempati warga termasuk dalam Hak Guna Usaha (HGU). Sementara pihak warga menyatakan lahan itu merupakan tanah ulayat.

Warga yang tergusur rumahnya pun telah mengadu ke ke DPRD Sumut. Mereka bahkan melakukan aksi menginap di sana. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP