Protes pembatasan simcard, pengusaha pulsa di Yogyakarta buat kuburan massal
Merdeka.com - Puluhan pengusaha konter di Yogyakarta melakukan aksi protes terhadap kebijakan Kementerian Komunikasi, Teknologi dan Informasi (Kominfo). Dalam aksinya para pengusaha konter ini membuat sebuah komplek kuburan di Lapangan Bola Karang, Kotagede, Yogyakarta, Rabu (28/3).
Di dalam kuburan itu, para pengusaha membuat sebanyak 500 nisan. Nisan-nisan ini bertuliskan nama-nama konter pulsa yang terdampak atas kebijakan Kominfo yang melakukan pembatasan terhadap pembatasan nomor simcard.
Humas DPD Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI) wilayah Jateng dan DIY, Ardhana Riyana mengatakan kebijakan Kominfo terkait pembatasan penggunaan nomor simcard sangatlah merugikan para pengusaha konter. Kebijakan dari Kominfo, kata Ardhana membuat para pengusaha konter di Indonesia mati.
Ardhana menjelaskan dalam peraturan Kominfo disebutkan soal kewajiban pendaftaran kartu seluler dijelaskan satu Nomer Induk Kependudukan (NIK) hanya bisa mendaftarkan 3 nomor simcard. Kebijakan ini dianggap Ardhana sangat diskriminatif sebab untuk distributor besar, gerai operator dan mitra dealer bisa mendaftarkan nomor lebih dari tiga untuk satu NIK sedangkan pengusaha konter kecil tidak diperbolehkan.
"Inikan tidak adil. Konter pulsa kecil tidak bisa mendaftarkan nomer seluler lebih dari tiga untuk satu KTP. Sedangkan mereka yang besar-besar boleh. Kami akan mati perlahan," ujar Ardhana, Rabu (28/3) di Lapangan Karang, Kotagede.
Ardhana menjelaskan selama ini penjualan kartu internet perdana memberi kontribusi sekitar 80% penghasilan konter pulsa. Pembatasan ini tentu akan menurunkan penjualan yang berujung pada merosotnya laba pemilik konter pulsa.
"Nantinya 800 ribuan konter pulsa di Indonesia bisa bangkrut. Ratusan ribu pekerja konter akan menganggur. Ini berbahaya. Efek lainnya masyarakat pedesaan juga akan semakin sulit mendapatkan pulsa karena harus mencarinya di gerai besar di perkotaan," urai Ardhana.
Terkait aksinya, Ardhana menjelaskan bahwa sebanyak 500 nisan bertuliskan nama-nama konter pulsa itu merupakan penggambaran dari akan matinya konter-konter pulsa kecil karena terdampak kebijakan Kominfo.
Selain membuat 500 nisan, aksi protes para pengusaha konter ini juga menampilkan aksi teatrikal hukuman mati. Seorang algojo menembak mati enam orang warga yang bertuliskan Konter. Teatrikal ini merupakan simbol pembunuhan usaha konter oleh Kominfo. Aksi kemudian ditutup dengan kegiatan tabur bunga di atas nisan para pengusaha konter.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya