Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Protes operasional Batik Solo Trans, ratusan sopir angkot mogok

Protes operasional Batik Solo Trans, ratusan sopir angkot mogok Demo sopir angkot di Solo. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak pagi, ratusan angkutan kota (angkot) di Kota Solo, melakukan aksi mogok jalan. Mereka memarkir mobil angkot berwarna kuning di sepanjang jalan Adi Sucipto menuju Gedung DPRD, Rabu (30/3). Aksi tersebut sebagai bentuk protes rencana Pemerintah Kota (pemkot) Solo yang akan mengoperasikan sejumlah koridor jalur bus BST (Batik Solo Trans).

Pengoperasian sejumlah koridor tersebut dikhawatirkan memangkas atau menghilangkan jalur angkot yang selama ini sudah ada. Tak hanya itu pengoperasian sejumlah koridor juga mengakibatkan penghasilan sopir angkot turun drastis.

"Sekarang ini cari uang Rp 20.000 saja susah. Sepi penumpang, semua pada beralih naik BST. Ini nanti rencananya akan dibuka koridor baru. Jalur kami jangan ditumpuki, kami mau makan apa?" ujar Yanto, salah satu peserta aksi, asal Kampung Mutihan, Solo.

Sebelum ada BST Yanto mengaku bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 30.000-40.000 per hari. Namun setelah ada BST pria yang menjadi sopir angkot sejak 1980 itu hanya bisa mendapatkan penghasilan Rp 20.000 per hari. Padahal dia harus menghidupi dan membiayai sekolah 3 anaknya.

Joko Waluyo (52) pengemudi angkot lainnya juga merasakan hal sama. Dia keberatan jika angkot tersingkir atau bahkan dihapus dari Solo. Pasalnya masih banyak penumpang yang tidak terjangkau oleh layanan BST.

"Saya itu narik jalur 01, Pasar Klewer - Pabelan. Penumpang saya kebanyakan mahasiswa, pedagang dan pelajar. Sekolah mereka tidak dilewati BST, kalau dihapus mau naik apa. Saya juga mau kerja apa ?," katanya.

Sementara itu sejumlah penumpang di Desa Sawahan, Ngemplak, Boyolali yang dilalui angkot Solo merasa kebingungan lantaran parea sopir mogok kerja. "Saya mau ke Pasar Klewer, tapi sampai saat ini tidak ada angkot yang lewat. Terus ini mau naik apa ? Saya bingung," ucap Suwarti, warga Sawahan.

Pantauan di gedung DPRD, perwakilan pengemudi angkot ditemui pimpinan dewan di ruang rapat belakang. Selain anggota dewan, nampak sejumlah pejabat dari Dinas Perhubungan Kota Solo. Sementara ratusan pengemudi lainnya, memilih menunggu di halaman gedung dewan.

"Pokoknya hari ini harus tuntas, harus ada keputusan. Kami sopir angkot ini mau diapakan, kami butuh makan, jangan dihanguskan," pungkas Hartoyo, pengemudi angkot asal Silir, Semanggi. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP