Protes Donald Trump di restoran cepat saji
Merdeka.com - Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Laskar Santri Nusantara menggelar unjuk rasa di restoran cepat saji McDonald's di Ciputat, Tangerang, Senin (11/12). Mereka yang berasal dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah itu berunjuk rasa karena protes Presiden Amerika Serikat yang menyatakan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Dalam aksi tersebut, masa memblokir jalan dari arah Ciputat menuju Lebak Bulus, Jakarta. Sehingga kemacetan panjang pun terjadi. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu berorasi di depan kampus UIN. Kemudian melakukan long march ke McDonald's Ciputat yang berada tak jauh dari kampus UIN Ciputat.
Pendemo juga menyegel restoran cepat saji tersebut dan melemparinya dengan telur busuk ke arah papan reklame. Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional Laskar Santri Nusantara, Didik Setiawan menyatakan, aksi tersebut sebagai bentuk kecaman terhadap pengakuan sepihak yang dilakukan Presiden Amerika Donald Trump.
"Kami mengutuk sikap Donald Trump," kata dia, Senin (11/12).
Pendemo juga meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat yang telah secara nyata melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB atas Yerusalem.
"Kami meminta PBB segera memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat," ujarnya.
Laskar Santri Nusantara juga menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya para santri, untuk bersama-sama menyuarakan pembelaan terhadap Palestina. Dia juga berharap umat Islam di Indonesia bersatu dan menolak segala bentuk kesewenang-wenangan terhadap rakyat Palestina.
"Mari kita doakan Palestina, dan menolak segala bentuk arogansi, kezaliman dan kesewenangan oleh Amerika Serikat, dengan memboikot produk-produk Amerika Serikat di Indonesia," katanya.
Aksi orasi yang disampaikan di depan Kampus UIN itu, kemudian diikuti dengan membakar sejumlah foto Presiden Amerika Donald Trump dan Bendera Israel.
Pada Sabtu (9/12) lalu, aksi serupa juga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya mendatangi restoran cepat saji KFC di Jl AP Pettarani yang disebut mereka sebagai salah satu simbol Amerika Serikat.

HMI segel restoran cepat saji di Makassar ©2017 Merdeka.com/Salviah Ika
Mereka melakukan segel paksa restoran ini sebagai bentuk protes terhadap Donald Trump yang mengakui Yerusalem adalah ibu kota Israel.
"Sengaja kami datangi restoran KFC karena ini adalah salah satu simbol Amerika Serikat sebagai bentuk protes kami terhadap pernyataan Donald Trump tentang Yerusalem. Kita akan boikot sampai besok yang bertepatan dengan peringatan hari HAM internasional, yang kita tahu rakyat Palestina saat ini berhadapan dengan peristiwa-peristiwa HAM," kata Andi Jimmi Rusman, ketua umum HMI Cabang Gowa Raya, Sabtu (9/12).
Menurut dia, sikap Trump menyebut Yerusalem ibu kota Israel merupakan bentuk kediktatoran. Jimmi berharap aksi ini dapat menjadi awal gerakan massif untuk menyampaikan ke dunia bahwa umat Islam di Indonesia memprotes dan mendesak Donald Trump untuk segera menarik pernyataannya.
"KFC ini kita tutup 24 jam artinya karena mulai ditutup pukul 17.00 WITA berarti baru bisa dibuka besok pukul 17.00 WITA. Dan kami akan pantau," ujarnya.
Bilham Bangsawan, manager restoran KFC mengatakan, aksi mahasiswa ini cukup berpengaruh karena pelanggan jadi ketakutan, anak-anak menangis dan akhirnya memilih pulang.
"Kerugian pasti ada tapi kami belum hitung. Apalagi kalau dipaksa segel sampai besok. Sementara ini kami ikuti instruksi Kapolsek untuk mengikuti kemauan mahasiswa meski demikian tetap akan berkoordinasi dengan KFC pusat," ujar Bilham Bangsawan.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya