Propam Mabes Polri selidiki polisi diduga backing penambangan ilegal
Merdeka.com - Markas Besar (Mabes) Polri berjanji akan mengusut seluruh kasus premanisme Lumajang secara tuntas dan terbuka. Polisi berjanji akan menyelesaikan kasusnya, baik terkait penganiayaan dan pembunuhan, maupun penambangan ilegal.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan dua Tim Propam (profesi dan pengamanan) untuk bekerja di lapangan. Menurut dia, siapapun patut ditindak jika ditemukan bukti-bukti yang cukup untuk menjerat para pelaku.
"Siapapun yang terlibat akan kita tindak tegas. Hari ini, dua Tim Propam Mabes kita kirimkan. Mabes Polri tidak main-main dalam mengusut kasus ini," kata Anton Charliyan di Rumah Sakit Saipul Anwar (RSSA) Minggu (4/10).
Anton tidak menutupi adanya anggota Korps Bhayangkara yang diduga terlibat dan tengah menjalani pemeriksaan. Pihak yang dimintai berasal dari Polsek dan Polres setempat, namun statusnya masih sebagai saksi.
"Sedang kita dalami, jika sudah ada bukti kami tidak akan menutup-nutupi. Belum (tersangka) harus bertahap. Mungkin tidak hanya polisi, karena ini terkait banyak pihak lain," katanya.
Para pelaku akan dijerat dengan pasal-pasal seputar gratisfikasi, penyuapan, membekingi tindak kejahatan. Pihaknya berjanji tidak lama lagi, hasilnya akan diumumkan kepada masyarakat.
Terkait dugaan keterlibatan mantan Kapolres Lumajang, Anton tidak berani berbicara tanpa proses pemeriksaan. Pihaknya akan memeriksa siapapun yang diduga terlibat.
"Beberapa hari lagi kita umumkan, kami akui ada keterlibatan aparat. Nanti-nanti (soal mantan Kapolres). Siapapun akan kita periksa," katanya.
Sesuai instruksi Kapolri, aparat kepolisian tidak diperkenankan untuk menjadi backing. Jika ditemukan adanya indikasi, Polri bisa melakukan tindakan tegas.
"Polisi-polisi yang membekingi akan dilakukan tindakan tegas," tegasnya.
Anton mengunjungi korban penganiayaan kasus pertambangan pasir Lumajang, Tosan yang tengah dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang (RSSA). Kunjungan berlangsung sekitar 30 menit, dengan diterima oleh istri Tosan, Sumiati (Ibu Tosan) dan Abdul Rasyid (teman aktivis Tosan).
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya