Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profauna usut PNS pembantai beruang di Samarinda

Profauna usut PNS pembantai beruang di Samarinda PNS Kukar pamer bunuh beruang madu di Facebook. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Profauna Indonesia, Rosek Nursahid mengatakan tengah mendalami sebuah laporan (postingan) di media sosial terkait pembantaian satu beruang madu.

"Kami menerima laporan dari masyarakat terkait foto pembantaian beruang madu yang diposting di media sosial atas nama Ronal Cristopel Ronal. Dalam salah satu foto yang diunggahnya, pada 24 September 2015, Ronal dan dua orang pria lain sedang menyembelih seekor beruang madu di sungai," kata Rosek Nursahid di Samarinda, Jumat (25/9) sore.

Menurut Rosek, berdasarkan informasi yang didapat di salah satu media jejaring sosial, Ronal adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kutai Kartanegara.

"Pada postingan tersebut, Ronal mencantumkan keterangan 'tangkapan hari ini', dan berdasarkan keterangan pada profil akun di media sosialnya, Dia bekerja di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur," bebernya.

Selain itu pada 2014 lalu Polres Berau menangkap seorang pembunuh beruang madu yang mengunggah foto aktivitasnya sedang menguliti beruang di media sosial.

"Pengguna 'Facebook' bernama Ricky Werang dan kawan-kawannya kemudian berhasil ditangkap oleh kepolisian. Keberhasilan ini tak lepas dari peran masyarakat yang secara aktif memberikan informasi, termasuk kepada Profauna, sehingga mempercepat penyelidikan," beber Rosek seperti dikutip dari Antara.

Rosek Nursahid juga menuturkan, beruang madu merupakan jenis beruang terkecil di dunia. Saat ini populasi beruang madu sudah semakin sedikit akibat perburuan, perdagangan dan berkurangnya habitat (hutan).

"Beruang madu telah dilindungi oleh badan konservasi dunia dan di Indonesia termasuk jenis satwa dilindungi yang tidak boleh diburu atau dibunuh sembarangan, pelakunya bisa diancam pidana penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta," paparnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Profauna Borneo, Bayu Sandi mengatakan, sangat menyayangkan terjadinya kembali pembantaian beruang madu tersebut.

"Kami sangat menyayangkan dan mengecam terjadinya kembali pembantaian satwa langka yang dilindungi tersebut. Tahun ini saja, sudah lima kali terjadi pembantaian satwa langka, termasuk penyu dan harimau," ucap Bayu Sandi.

Bayu Sandi menambahkan,Profauna Borneo masih mendalami pembantaian beruang madu yang diduga di lakukan di salah satu tempat di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Kami sudah mengantongi identitas dan nomer telepon salah seorang yang ada di foto yang diunggah di media sosial itu, namun saat dihubungi telepon genggamnya tidak aktif. Kami masih mendalami dugaan pembantaian beruang madu itu dan akan menelusuri lokasi pasti serta siapa-siapa yang melakukan pembantaian tersebut," paparnya.

"Jika buktinya sudah cukup, maka kasus ini akan segera kami laporkan ke Polda Kaltim dan BKSDA," tegas Bayu.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP