Produksi minuman 'vampir', mahasiswa Unibraw banjir order
Merdeka.com - Film-film bertema vampir (drakula) turut menginspirasi bisnis Lutfi Rachmawati (22) dan Ardi Angga (25). Keduanya pun meraup untung dari bisnis produksi minuman para 'makhluk pengisap darah' itu.
Sepasang sahabat ini memproduksi susu serupa darah seperti yang diisap oleh para drakula. 'Darah' itupun dikemas secara unik ala paket darah atau blood pack yang biasa ditemukan saat transfusi di rumah sakit.
"Ide awalnya melihat di instagram, saat itu lihat kayak bukan susu lebih mirip darah. Tapi adanya di Thailand," kata Lutfi Rachmawati saat ditemui di rumahnya Jalan Danau Tigi Sawojajar, Kota Malang, Sabtu (10/1).
Saat dikenyot dari kantongnya, yang tampak seolah sedang menikmati sebungkus darah ala dracula. Tidak sedikit orang dibuat kaget dan bertanya-tanya saat darah transfusi dikenyot, apalagi di tempat umum.
Keduanya juga menggunakan merek 'Blood Us' dengan simbol tetesan darah, ditambah aneka keterangan yang ditempel yang membuat nyaris tidak berbeda dengan kemasan darah transfusi. Tidak hanya itu nama setiap varian menggunakan karakter makhluk-makhluk menyeramkan.
Ada enam varian, masing-masing Vampire Blood (merah), Deer Santa Blood (cokelat), Casper Blood (merah muda), Frankenstein Blood (cokelat), Goblin Blood (hijau), Frosty Snowman Blood (putih).
Lutfi dan Ardy mengawali bisnis sejak April 2015, setelah berhasil mendapatkan kemasan blood pack. Merek 'Blood Us' berlahan-lahan mulai diperkenalkan melalui media sosial.
"Modal awal sekitar Rp 1,5 juta, untuk belanja kemasan dan susu," ungkap pasangan yang sama-sama tengah menunggu wisuda dari Fakultas Pertanian di Universitas Brawijaya Malang itu.
Tetapi bisnis mereka juga dibantu dengan beberapa fasilitas yang disediakan orang tua Lutfi untuk proses produksi. Mereka tidak mengeluarkan biaya untuk membeli aneka peralatan dan kulkas.
'Blood Us' dijual secara online melalui instagram, dan dari mulut ke mulut antar teman. Setiap pesanan, selama masih berada di Kota Malang, selalu dilayani dengan tidak memberi batas minimal. Saban hari, keduanya juga mengantarkan sendiri pesanan-pesanan tersebut.
"Pagi produksi dan mengemas, siang mulai mengantarkan pesanan keliling, diantar sendiri," kata Ardi.
Setiap bungkus Blood Us dijual dengan harga Rp 20 ribu, ditambah dengan biaya antar yang juga dibebankan pada pembeli. Karena itu hanya melayani pembeli dalam Kota Malang saja.
Susu Blood Us mampu bertahan selama tiga hari jika disimpan di dalam kulkas. Tetapi jika sudah terbuka atau tersimpan di luar kulkas, hanya mampu bertahan tidak lebih dari 24 Jam.
Para pelanggan rata-rata mahasiswa dan anak-anak. Mereka tertarik dengan kemasannya yang unik, karena itu permintaan terus berdatangan. Omzet per bulan sekitar Rp 10 juta.
"Kami membatasi produksi sampai 30 kantong per hari. Karena masih sibuk juga di kampus," kata Lutfi yang sebelumnya juga berbisnis smooties.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya